Jumat, 15 Mei 2026

Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%

Penulis : Eva Fitriani
30 Mei 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Foto: SP/Joanito De Saojoao
Foto: SP/Joanito De Saojoao

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga gula di pasar internasional, memukul industri makanan dan minuman (mamin) yang selama ini mengandalkan komoditas tersebut sebagai bahan baku produksi. Pengusaha mamin terpaksa mengorbankan perolehan marjin mereka yang biasanya mendekati 10% menjadi di bawah 5% untuk mempertahankan penjualan.

“Kalau menaikkan harga jual pertimbangannya banyak dan harus negosiasi dengan retailer serta distributor, sehingga biasanya baru dilakukan di akhir atau awal tahun. Jadi mau tidak mau mereka terpaksa mengurangi marjin,” kata Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Adhi mengatakan, dampak lonjakan harga gula di pasar internasional terutama akan dirasakan oleh industri menengah dan kecil yang biasanya membeli gula rafinasi secara langsung (on the spot). Sementara industri mamin besar umumnya telah melakukan kontrak dengan produsen gula rafinasi untuk pembelian selama periode satu tahun, sehingga relatif tidak terpengaruh oleh dinamika perubahan harga gula dunia.

ADVERTISEMENT

“Bagi perusahaan besar, biasanya mereka sudah punya kontrak jangka panjang dengan produsen gula, sehingga bisa aman paling tidak sampai akhir tahun, bahkan bisa sampai tahun depan. Produsen gula rafinasi pun biasanya kalau telah memiliki kontrak dengan industri pengguna, mereka sudah mengamankan kontrak bahan bakunya,” tutur dia.

Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%
Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Sedangkan bagi perusahaan kecil menengah yang belum punya kontrak dan pembeliannya dilakukan secara spot, menurut Adhi, biasanya langsung merasakan kenaikan harga gula. “Sekarang ini harga gula rafinasi sudah cukup tinggi, di atas 10.000 per kilogram (kg), bahkan mencapai Rp 11.000 per kg, sudah mendekati dengan harga gula kristal putih. Jadi gap antara gula kristal putih dan gula rafinasi sudah hampir dekat. Ini tentu berdampak bagi industri mamin, karena akan menaikkan harga pokoknya,” ujar dia.

Padahal, kata Adhi, harga gula rafinasi biasanya di bawah Rp 8.000 per kg. “Tapi memang akhir tahun lalu sudah mulai naik mendekati Rp 9.000 per kg, dan tahun ini sudah di atas Rp 10.000 per kg, bahkan Rp 11.000 lebih karena raw sugar-nya tinggi. Sekarang rata-rata harga raw sugar di US$ 26 sen per pon dari biasanya sekitar US$ 14-15 sen per pon,” ungkap dia.

Adhi menduga, tren tingginya harga gula dunia masih akan berlanjut ke depannya, mengingat beberapa negara mengalami pengurangan area tanam dan produktivitas menurun karena pengaruh iklim global. Kondisi tersebut diperparah dengan regulasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah Brasil, yang membuat negara tersebut lebih banyak mengubah tebunya menjadi etanol sebagai energi alternatif.

Pemerintah Harmonisasi Harga

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah meninjau harga gula konsumsi karena gap dengan gula rafinasi semakin menipis. Pemerintah yang dalam hal ini dipimpin oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) akan melakukan harmonisasi harga gula konsumsi.

"Ini mau disinkronkan. Tetapi kalau misalnya harga gula rafinasi terlalu tinggi dan harga gula konsumsi terlalu rendah, nanti semua dipakai untuk industri. Itu akan menjadi masalah," tutur dia.

Putu mencontohkan Malaysia yang melakukan penyesuaian harga dalam menanggapi kenaikan harga gula mentah dunia. Negeri Jiran tersebut akan menaikkan harga dari sekitar 2,8 Ringgit per kg menjadi 3,8 Ringgit atau Rp 13 ribu untuk harga penjualan di konsumen.

"Paling tidak itu nanti harga di sini sama seperti di Malaysia, paling tidak Rp 14.600-an dalam harga acuan penjualan. Ini masih ada toleransi sekitar 15% di atas harga acuan penjualan. Itu untuk yang Jawa. Yang di luar Jawa harus dilihat lagi biaya distribusinya. Mungkin ini yang paling dekat untuk dilakukan," kata dia.

Putu meyakinkan, pemerintah benar-benar sedang mengupayakan peningkatan produksi gula dari lahan yang sama dan memperbaiki rendemen. Disamping itu juga meningkatkan infrastruktur di daerah tertentu, sehingga masyarakat semakin luas menanam tebu. "Mudah-mudahan itu akan terus berlanjut dan regulasi terkait sedang diselesaikan," ujar dia.

Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%
Industri mamin. Foto ilustrasi: IST

Langkah Mitigasi

Senada dengan Putu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak kenaikan harga gula dunia ke pasar dalam negeri. Langkah mitigasi itu di antaranya dengan memastikan perhitungan Neraca Gula Nasional (NGN) sesuai dengan angka produksi dan kebutuhan atau konsumsi di lapangan.

“Kenaikan harga gula dunia itu memang nyata adanya. Kondisi ini mengakibatkan pasokan global turun dan harga gula internasional menjadi naik. Ini turut berdampak ke harga berbagai aspek yang berkaitan dengan gula di dalam negeri. Kami menyiapkan langkah strategis demi menjaga keseimbangan harga gula domestik,” ujar Ketut dalam keterangan Bapanas, akhir pekan lalu.

Dalam rangka mengantisipasi kondisi itu, pemerintah melalui Bapanas melakukan sejumlah langkah, yang paling mendasar memastikan perhitungan NGN sesuai angka produksi dan kebutuhan/konsumsi di lapangan serta penguatan koordinasi melalui pertemuan rutin dengan kementerian/lembaga (K/L) dan seluruh stakeholder pergulaan nasional. Mitigasi selanjutnya, percepatan reviu dan penyesuaian harga acuan pembelian/penjualan (HAP) gula konsumsi.

“Dua hal yang paling mendasar adalah memastikan kesiapan dan akurasi NGN dan berkoordinasi dengan stakeholder gula nasional, seperti K/L terkait serta BUMN, BUMD, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Gabungan Pengusaha Tebu Indonesia (Gapgindo), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi), Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), hingga Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo),” jelas Ketut.

Big Picture Pergulaan

Penguatan koordinasi sangat penting guna mendapatkan big picture kondisi dan perkembangan pergulaan nasional hulu-hilir. Dengan gambaran yang utuh, langkah dan kebijakan yang diterapkan bisa tepat sasaran. “Setelah mendapatkan gambaran yang utuh, kita buat dan atur regulasinya dari mulai menata pola produksi serta menata ulang harga acuan yang kita tetapkan, sehingga harga itu wajar di tingkat petani, pedagang, dan konsumen sesuai harga keekonomian saat ini,” ungkap Ketut.

Saat ini, HAP gula konsumsi yang berlaku tertuang dalam Perbadan No 11/2022, yakni HAP gula konsumsi di tingkat produsen Rp 11.500 per kg dan di tingkat konsumen Rp 13.500 per kg untuk retail modern serta Rp 14.500 per kg di Indonesia timur. “Regulasi tersebut sedang dalam tahapan reviu untuk kemudian akan ditetapkan HAP terbaru,” papar Ketut.

Terkait penyesuaian HAP, Bapanas telah menginisiasi pertemuan dengan seluruh stakeholder gula nasional guna membahas usulan dan masukan mengenai besaran HAP yang wajar. Bapanas sudah beberapa kali berdiskusi dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, termasuk semua stakeholder yang ada.

“Kita menghitung struktur biaya produksinya seperti apa, sehingga harga yang wajar tersebut bisa didapatkan. Angka itu nanti akan dibawa ke rapat ke Kemenko Perekonomian. Pada saat harga keluar petani tidak rugi, begitu sampai di konsumen juga harganya masih wajar,” papar dia.

Lonjakan Harga Gula Sisakan Marjin Industri Mamin di Bawah 5%
industri makanan

Selanjutnya, usulan HAP itu akan masuk ke dalam pembahasan rapat koordinasi teknis (rakornis) dan rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Kemenko Perekonomian. “Setelah dibahas dan disetujui di rakortas bersama Kemenko Perekonomian, selanjutnya HAP itu diundangkan dalam peraturan Bapanas,” kata dia.

Terkait kenaikan harga gula internasional, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, prioritas pemerintah saat ini menjaga keseimbangan harga gula nasional di tingkat petani, pelaku industri, pedagang, dan konsumen. Hal itu sejalan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar harga komoditas pangan dipastikan stabilitas dan keseimbangannya, sehingga petani, pedagang, dan konsumen bisa mendapatkan keuntungan yang wajar.

“Kondisi harga gula yang naik akibat pasokan yang melandai itu bisa menjadi peluang yang baik untuk Indonesia. Benar, kita memang harus mengantisipasi kenaikan tersebut, namun ini juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk mulai meningkatkan produksinya secara bertahap, sehingga Indonesia bisa kembali menjadi salah satu produsen gula yang diperhitungkan,” ungkap dia.

Untuk itu, Bapanas terus mendorong agar proses reviu dan penyesuaian HAP gula konsumsi bisa segera rampung dan diundangkan. HAP yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menstimulus para petani tebu semakin giat berproduksi, dengan begitu ke depan bisa mendongkrak produksi gula nasional. Bapanas juga mendorong pembenahan tata kelola industri gula nasional dari sisi on farm dan off farm.

“Beberapa tantangan yang tengah dibenahi di antaranya terkait harga dan ketersediaan pupuk serta perluasan lahan kebun tebu untuk memenuhi bahan baku tebu pabrik gula,” tandas Arief.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia