Jumat, 15 Mei 2026

2030, Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Ditargetkan Capai 20,9 GW

Penulis : Zsazya Senorita
7 Jun 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menteri ESDM Arifin Tasrif

2030, Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Ditargetkan Capai 20,9 GW

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, kapasitas pembangkit listrik (PLT) yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia akan mencapai 20,92 Gigawatt (GW) pada 2030. Dengan kata lain, pemanfaatan EBT dalam bauran energi nasional akan mendominasi sebesar 51,6% pada tujuh tahun mendatang.

Target tersebut, tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030. “Dalam RUPTL ini kami targetkan pada 2030 akan ada tambahan kurang lebih 20,9 GW EBT untuk bisa masuk di dalam sistem (kelistrikan) kita,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada B-Universe, Selasa (6/6/2023).

Berdasarkan RUPTL yang sama, total kapasitas pembangkit listrik di Indonesia diproyeksikan mencapai 40,575 GW pada 2030, dengan porsi pembangkit fosil 19,562 GW atau 48,4%.

ADVERTISEMENT

Dilihat dari jenis pembangkitnya, Pembangkit Listrik Tenaga Air/Mikro/Mikrohidro akan menjadi sumber EBT terbesar dengan kapasitas 10,39 GW. Disusul Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 4,68 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau geotermal (PLTP) 3,35 GW, PLT EBT Baseload 1,01 GW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau angin 0,59 GW. Selanjutnya ada PLT Bioenergi 0,59 GW, serta Battery Energy Storage System (BESS) 0,3 GW.

Sementara untuk pembangkit dengan sumber energi fosil, PLTU menempati porsi terbesar dengan 13,8 GW, disusul Pembangkit Listrik Tenaga Uap 5,82 GW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel 5 Megawatt (MW).

2030, Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Ditargetkan Capai 20,9 GW
Menteri ESDM Arifin Tasrif

Berdasarkan jenis pengembang, Independent Power Producer (IPP) mengambil porsi terbesar untuk pengembangan pembangkit hingga 2030, yakni 26,006 GW atau 64%. Kemudian PLN sebanyak 14,269 GW atau 35%, dan kerja sama antarwilayah usaha sebesar 300 MW atau 1%.

Capaian target EBT terus didorong, namun Arifin mengatakan, pandemi dua tahun terakhir menghambat pengoperasian (commercial operation date/COD) pembangkit EBT sehingga mundur dari waktu yang ditentukan. Hingga 2022, Kementerian ESDM menunjukkan bahwa porsi EBT dalam bauran energi nasional, baru mencapai 12,3% alias setengah dari target 25% pada 2025.

“Jadi memang harus ada breakthrough untuk bisa mempercepat target bauran ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, dampak Covid-19 ikut menurunkan permintaan listrik di dalam negeri sehingga PLN mengalami kelebihan pasokan (oversupply). Dibutuhkan upaya-upaya ekstra untuk pemerintah menambah kapasitas listrik lagi, yang bersumber dari EBT dan dimasukan ke sistem kelistrikan di Tanah Air.

Sekretariat Kementerian ESDM mencatat, potensi EBT di Indonesia bisa mencapai 3.686 GW bila dikonversi menjadi listrik. Jumlah ini terbagi atas energi surya 3.295 GW, hidro 95 GW, Bioenergi 57 GW, bayu 155 GW, panas bumi 24 GW, dan laut 60 GW.

Sedangkan andalan pemerintah dalam pengembangan EBT untuk mencapai bauran 23% pada 2025 adalah PLTS dan PLTA. Mengingat, biaya produksi pembangkit tersebut lebih murah dibanding PLT lainnya.

2030, Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Ditargetkan Capai 20,9 GW
Menteri ESDM Arifin Tasrif

Guna mendukung rencana itu, Kementerian ESDM tengah merevisi Permen ESDM tentang PLTS Atap. Regulasi ini diharap dapat memicu peningkatan keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemgembangan EBT.

Dalam skala lebih luas, pemerintah menerbitkan Perpres 112/2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik pada 13 September 2022. Payung hukum ini diharap membantu pencapaian target pemanfaatan EBT dalam bauran energi nasional, meningkatkan investasi bidang energi terbarukan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia