Sabtu, 4 April 2026

Lebih Ciamik Mobil Hibrid

Penulis : Abdul Muslim / Harso Kurniawan / Imam Suhartadi
17 Jun 2023 | 09:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi hybrid electric vehicle (HEV). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hybrid electric vehicle (HEV). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Obral insentif mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) disambut dingin masyarakat. Alih-alih membeli BEV yang harganya sudah terdiskon karena insentif, masyarakat ternyata lebih memilih mobil hibrid. Tak mengherankan, jika penjualan mobil hibrid jauh lebih ciamik dibanding BEV.

Pada Januari-Mei 2023, penjualan BEV hanya mencapai 4.648 unit. Sebaliknya, penjualan hibrid yang terdiri atas hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), tembus 12.128 unit. Berarti jumlah mobil hibrid yang berhasil dilego para pabrikan otomotif mencapai tiga kali lipat dari BEV.

Masyarakat lebih menggandrungi mobil hibrid ketimbang BEV karena sejumlah alasan, seperti infrastruktur BEV belum lengkap, teknologinya belum teruji, keselamatan berkendara masih meragukan, layanan purna jual belum masif, dan harga bekasnya belum meyakinkan. Alasan lainnya, kendati sudah disubsidi, BEV masih dibanderol selangit.

Advertisement

Pengamat otomotif dari LPEM-FEB Universitas Indonesia (UI) Riyanto, peneliti teknik tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi, pakar otomotif Bebin Djuana, serta anggota Komisi VI DPR Amin Akram yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, Jumat (16/6), sepakat bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa langsung bermigrasi dari mobil konvensional ke mobil listrik murni, melainkan harus transisi terlebih dahulu ke mobil hibrid yang mengombinasikan mesin konvensional dengan tenaga listrik.

Itu sebabnya, menurut mereka, pemerintah perlu memperbanyak insentif untuk mobil hibrid agar transisi ke BEV berlangsung mulus. Harga mobil listrik, baik BEV maupun HEV dan PHEV, akan turun signifikan dan terjangkau masyarakat luas setelah ekosistemnya terbentuk dan digunakan secara masif di dalam negeri.

Lebih Ciamik Mobil Hibrid

Mereka juga sependapat bahwa untuk mendongkrak pasar dan ekosistem mobil listrik di Tanah Air, pemerintah dan para pelaku industri otomotif perlu membuat berbagai terobosan, di antaranya menciptakan pasar mobil listrik bekas beserta suku cadangnya, menjamin ketersediaan layanan purna jual dan infrastruktur mobil listrik, serta mendorong kredit dan pembiayaan (multifinance) mobil listrik dengan suku bunga terjangkau.

Di sisi lain, para produsen mobil listrik harus terus meningkatkan kualitas produk dan teknologinya agar mobil listrik bukan saja ekonomis, tapi juga praktis, aman, dan nyaman. Kecuali itu, para produsen mobil listrik perlu memperkuat sosialisasi dan edukasi untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa mobil listrik adalah kendaraan masa depan yang ekonomis, nyaman, aman, dan ramah lingkungan. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai insentif untuk mobil listrik, terutama BEV.

Mobil listrik terbagi atas dua kategori. Kategori pertama yaitu BEV yang sepenuhnya menggunakan tenaga baterai listrik. Sedangkan kategori kedua adalah hibrid yang terdiri atas HEV dan PHEV. Keduanya mengombinasikan kinerja mesin konvensional atau mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) dengan baterai listrik.

Ada dua sumber daya yang digunakan mobil hibrid, yaitu baterai dan bensin atau bahan bakar minyak (BBM). Pada HEV, baterai mobil tidak diisi menggunakan charging equipment, melainkan dari mesin pembakaran konvensional. Adapun pada PHEV, daya baterai diisi menggunakan power outlet. Tetapi saat daya baterai habis, mobil akan menggunakan ICE.

Paling Rasional 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 25 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 35 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia