Jumat, 15 Mei 2026

Kelangkaan Ban Alat Berat Hambat Ekspor Batu Bara

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
20 Jun 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Alat Berat
ilustrasi Alat Berat

JAKARTA, investor,id - Kelangkaan ban alat berat yang terjadi di industri pertambangan saat ini, dikhawatirkan menghambat ekspor batu bara apabila tidak cepat diatasi. Stok ban yang tersedia sekarang hanya cukup untuk dua bulan ke depan, dan para importir belum mendapatkan persetujuan impor produk yang tidak diproduksi di dalam negeri tersebut.

"Jika kondisi tersebut berkepanjangan, dikhawatirkan dapat menghambat kelancaran produksi serta pasokan batu bara ekspor, maupun ke Perusahaan Listrik Negara (PLN)," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang Tjahjono dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Antara, Senin (19/06/2023).

Bambang mengaku, kelangkaan ban tersebut menjadi kekhawatiran bersama dari Aspindo maupun Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) dan Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (Pertaabi). Lintas asosiasi sebenarnya sudah mengungkapkan potensi gangguan terhadap produksi pertambangan batu bara di Indonesia akibat kelangkaan ban alat berat kepada pemerintah sejak beberapa bulan lalu.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang diterima Asosiasi, pihak importir belum dapat memenuhi kebutuhan industri karena persetujuan impor (PI) belum diberikan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah terbitnya Neraca Komoditas (NK) oleh Kementerian Perindustrian.

Akibatnya, stok ban yang dimiliki oleh anggota Aspindo diperkirakan habis dalam waktu dua bulan ke depan. “Tentu saja situasi ini sangat mengkhawatirkan. Tidak saja bagi kami pelaku usaha, tetapi juga bagi banyak pihak dalam ekosistem industri pertambangan, karena kelangkaan ini berpotensi mengancam kelancaran produksi batu bara di Indonesia," kata Bambang.

Dia mengungkapkan, Aspindo, APBI, dan Pertaabi sebagai mitra pemerintah memahami bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini. "Kami berharap Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dapat segera menyelesaikan persyaratan yang diperlukan, sehingga persetujuan impor (PI) dapat diberikan, dan stok ban dapat tersedia kembali," ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia