Jumat, 15 Mei 2026

Masyarakat Gandrungi AI untuk Dukung Produktivitas

Penulis : Emanuel Kure
25 Jun 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Penelitian menunjukkan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI software) berkontribusi pada individualisasi tugas kerja. (Foto: AFP Relaxnews)
Penelitian menunjukkan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI software) berkontribusi pada individualisasi tugas kerja. (Foto: AFP Relaxnews)

JAKARTA, investor.id – Dunia kerja saat ini terus berubah seiring dengan perkembangan berbagai teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Platform berbasis teknologi AI sekarang makin digandrungi dan diadopsi guna menjadikan produktivitas kerja lebih tinggi dan kerja yang efisien. Tidak hanya mempermudah dalam mendapatkan peluang kerja, AI juga membantu peningkatan keterampilan kerja yang lebih baik untuk memenuhi tantangan kerja di masa depan.

Hal tersebut merupakan sebagian dari kesimpulan riset dari lembaga survei Populix, dalam sebuah laporan yang bertajuk Unveiling the Tech Revolution: How Technology Reshapes the Future of Work. Laporan ini membahas tentang pengaruh teknologi terhadap proyeksi dunia kerja di masa depan dan pengembangan kemampuan manusia.

Co-Founder dan CEO Populix Timothy Astandu mengatakan, merujuk pada hasil riset, mayoritas masyarakat Indonesia saat ini bekerja dengan menggunakan bantuan platform yang dapat membantu karyawan untuk saling terhubung satu sama lain dan membantu produktivitas.

“Cukup terhubung dengan internet, masyarakat bisa bekerja dari mana saja dengan mudah. Kehadiran platform AI juga membantu karyawan meningkatkan kreativitas. Tidak hanya itu, masyarakat dapat mengikuti berbagai pelatihan dengan mudah dan murah,” ungkap Timothy, dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Jumat (23/6/2023).

ADVERTISEMENT

Laporan Polupix pun mengungkapkan, 45% masyarakat yang disurvei saat ini menggunakan platform berbasis AI untuk menunjang efektivitas pekerjaan, paling populer ChatGPT (52%), dan Copy.ai (29%).

Kedua platform tersebut banyak digunakan oleh masyarakat karena punya tools yang mumpuni untuk bekerja (75%), banyak template untuk pekerjaan lainnya (53%), dan membantu untuk mencari ide (44%).

“Penggunaan platform itu juga sudah diwajibkan oleh kantor, institusi, dan kampus (26%),” imbuhnya.

Keduanya mulai merangsek terhadap platform-platform yang sudah mapan. Platform mapan yang paling banyak digunakan masyarakat secara pribadi untuk mendukung produktivitas terdiri atas Zoom (77%), Google Workspace (54%), Microsoft Teams (30%), dan Skype (24%). Berikutnya, platform yang banyak digunakan oleh perusahaan adalah Zoom (68%), Google Workspace (49%), Microsoft Teams (31%), dan Google Product (19%).

Platform ChatGPT yang merupakan keluaran OpenAI pada 2022 dan punya lebih dari 100 juta pengguna punya beragam manfaat. Platform ini dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah kompleks dalam waktu singkat, memberikan informasi atas pertanyaan dan permintaan, menginspirasi gagasan baru dalam bidang kreatif, serta membantu pengguna memahami konsep kompleks dengan menjelaskannya lebih sederhana, memberikan definisi, atau memberikan contoh yang berguna.

Selanjutnya, Copy.ai adalah alat bantu menulis berbasis AI yang menghasilkan konten berkualitas tinggi dalam hitungan detik menggunakan algoritma pembelajaran mesin (machine learning). Singkatnya, Copy.ai dapat menjadi asisten penulis pribadi yang siap membantu Anda dalam segala hal, mulai dari ide penulisan hingga pengoreksian konten.

Selain itu, riset Populix juga mengungkapkan bahwa 73% masyarakat saat ini bekerja sesuai dengan passion. Seiring dengan itu, masyarakat ingin meningkatkan kemampuan di berbagai bidang lain agar dapat bersaing dengan kondisi kerja masa depan.

Akun Dibajak

Seiring peningkatan pemanfataannya, para pengguna ChatGPT juga sedang dalam bahaya. Pasalnya, ribuan akun pengguna ChatGPT diduga telah disusupi oleh virus perangkat lunak (malware) pencuri informasi pribadi. Di Indonesia saja, terdapat sekitar 2.500 akun yang disusupi malware pada periode Juni 2022-Mei 2023.

Jumlah akun disusupi di wilayah Asia-Pasifik lebih banyak lagi, yakni 40.000 akun yang jadi sasaran malware. Bahkan, secara global, lebih dari 101.000 akun ChatGPT telah dibidik malware. Data tersebut diungkapkan oleh Group-IB, sebuah perusahaan cyberintelligence, berdasarkan data yang terpapar di marketplace dark web.

Senior Staff Research Engineer Tenable Satnam Narang mengatakan, malware pencuri informasi dan data, seperti Raccoon, Vidar, dan Redline, mampu mencuri informasi sensitif yang disimpan di browser web, termasuk kredensial pengguna (nama pengguna/e-mail dan kata sandi), cookie sesi, dan riwayat browser.

“Kredensial yang terkait dengan keuangan, media sosial, dan lainnya kemungkinan besar juga akan dikompromikan. Pelaporan dari Group-IB mencerminkan peningkatan minat pada alat artificial intelligence (AI) generatif, seperti ChatGPT di seluruh dunia. Akibatnya, kredensial pengguna ChatGPT diambil oleh malware para pencuri informasi,” ujar Satnam.

Menyikapi hal tersebut, saat ini, OpenAI pun telah menghentikan sementara pendaftaran autentikasi dua faktor untuk ChatGPT. Setelah pendaftaran diaktifkan kembali, pengguna pun harus menambahkannya sebagai langkah keamanan tambahan.

“Namun, penting untuk dicatat bahwa malware pencuri informasi juga mencuri cookie sesi, yang dapat digunakan untuk melewati fitur keamanan akun, seperti autentikasi dua faktor jika cookie sesi ChatGPT yang valid dijual di web gelap. Terlepas dari ini, kami tetap menyarankan pengguna mengaktifkan fitur ini di akun ChatGPT,” ungkap Satnam.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia