Jumat, 15 Mei 2026

Tidak Hanya di Bali, Status Endemi Covid-19 Dorong Investasi Pariwisata Merata

Penulis : Jayanty Nada Shofa
1 Jul 2023 | 14:41 WIB
BAGIKAN
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali pada 10 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa)
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali pada 10 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa)

JAKARTA, investor.id - Center of Economic and Law Studies (Celios) mengatakan investasi di sektor pariwisata akan mulai terealisasi seiring dengan masuknya Indonesia ke masa endemi.

Pemerintah resmi mencabut status pandemi Covid-19 pada 21 Juni 2023 lalu. Peralihan ke status endemi ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk dari segi realisasi investasi.

“Saya pikir investasi di pariwisata cukup menguntungkan. Banyak yang menunda investasi pada waktu pandemi. Sekarang di masa endemi, banyak yang melakukan realiasi investasinya baik di sektor transportasi darat, laut, udara, perhotelan maupun di sektor makan-minum seperti restoran dan kafe,” ucap Executive Director Celios Bhima Yudhistira  kepada B Universe melalui telepon, Jumat (31/6/2023).

ADVERTISEMENT

Bhima juga menilai realisasi investasi di sektor pariwisata juga bersifat merata.

“Kami melihat banyak kafe dan hotel baru yang dibangun tidak hanya di Bali atau destinasi wisata utama, tetapi sudah mulai menyeluruh di destinasi wisata lainnya. Tren ini didukung oleh meningkatnya wisatawan mancanegara maupun domestik,” ucap Bhima.

Pada 25 Mei 2023 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan sektor parekraf membutuhkan investasi senilai lebih dari Rp 100 triliun. Namun, realisasi investasi di sektor parekraf dari tahun 2022 hingga kuartal I-2022 baru mencapai Rp 5,31 triliun.

“Kalau kita melihat dari 5 destinasi prioritas dan beberapa destinasi unggulan kita membutuhkan $6 miliar - 8 miliar berarti di atas Rp100 triliun, sementara yang ongoing masih di bawah level Rp10 triliun," ujar Sandiaga Uno, sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Lima Destinasi Super Prioritas

Pemerintah tengah berupaya membangun lima destinasi super prioritas yang diharapkan menjadi “Bali baru”. Kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia