Tidak Hanya di Bali, Status Endemi Covid-19 Dorong Investasi Pariwisata Merata
JAKARTA, investor.id - Center of Economic and Law Studies (Celios) mengatakan investasi di sektor pariwisata akan mulai terealisasi seiring dengan masuknya Indonesia ke masa endemi.
Pemerintah resmi mencabut status pandemi Covid-19 pada 21 Juni 2023 lalu. Peralihan ke status endemi ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk dari segi realisasi investasi.
“Saya pikir investasi di pariwisata cukup menguntungkan. Banyak yang menunda investasi pada waktu pandemi. Sekarang di masa endemi, banyak yang melakukan realiasi investasinya baik di sektor transportasi darat, laut, udara, perhotelan maupun di sektor makan-minum seperti restoran dan kafe,” ucap Executive Director Celios Bhima Yudhistira kepada B Universe melalui telepon, Jumat (31/6/2023).
Baca Juga:
Bola dan Diversifikasi Ekonomi SaudiBhima juga menilai realisasi investasi di sektor pariwisata juga bersifat merata.
“Kami melihat banyak kafe dan hotel baru yang dibangun tidak hanya di Bali atau destinasi wisata utama, tetapi sudah mulai menyeluruh di destinasi wisata lainnya. Tren ini didukung oleh meningkatnya wisatawan mancanegara maupun domestik,” ucap Bhima.
Pada 25 Mei 2023 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan sektor parekraf membutuhkan investasi senilai lebih dari Rp 100 triliun. Namun, realisasi investasi di sektor parekraf dari tahun 2022 hingga kuartal I-2022 baru mencapai Rp 5,31 triliun.
“Kalau kita melihat dari 5 destinasi prioritas dan beberapa destinasi unggulan kita membutuhkan $6 miliar - 8 miliar berarti di atas Rp100 triliun, sementara yang ongoing masih di bawah level Rp10 triliun," ujar Sandiaga Uno, sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Lima Destinasi Super Prioritas
Pemerintah tengah berupaya membangun lima destinasi super prioritas yang diharapkan menjadi “Bali baru”. Kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





