Jumat, 15 Mei 2026

Jepang Ubah Produk Kaleng Jadi Mobil Berkualitas Tinggi

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
2 Jul 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Seorang staf berdiri di ruang pamer mobil Toyota, di Tokyo, Jepang pada 6 November 2020. ( Foto: PHILIP FONG / AFP )
Seorang staf berdiri di ruang pamer mobil Toyota, di Tokyo, Jepang pada 6 November 2020. ( Foto: PHILIP FONG / AFP )

JAKARTA, investor,id - Supremasi Jepang di pasar otomotif Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kelihaian mereka dalam memahami dan memberikan produk yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan ketelatenan dan mendengar konsumen Indonesia, Jepang bahkan mampu mengubah mobil yang awalnya disebut kualitas kaleng menjadi mobil berteknologi tinggi seperti saat ini.

Seketaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menceritakan, medio awal 60-an pabrikan mobil asal Eropa angkat kaki dari Indonesia karena masalah politik. Lalu, Jepang masuk dengan produknya yang disebut kualitas kaleng.

"Jepang mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh pabrik Eropa dan mau mendengar suara konsumen. Jepang telaten dalam memahami keinginan dan kondisi masyarakat Indonesia saat itu, misalnya mobil dengan harga terjangkau. Berbeda dengan Eropa yang tidak melihat hal itu. Sehingga, Jepang bisa berkembang dari mobil kualitas kaleng menjadi kualitas bagus yang dikenal sekarang,” ujar Kukuh kepada Investor Daily, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Kemudian saat ada persyaratan harus dibuat lokal, lanjut Kukuh, Jepang juga bersedia mematuhi ketentuan tersebut. “Mereka ikuti aturan pemerintah, sehingga saat ini mereka bisa menguasai paling tidak 90% pasar nasional mobil," kata Kukuh.

Kukuh juga menggarisbawahi kemauan Jepang untuk berinvestasi jangka panjang di Indonesia. “Kita harus melihat 20, 30, 40 tahun ke depannya. Bukan hanya melihat lima tahun nanti seperti apa. Itu yang dilakukan Jepang dari tahun 60-an," ucap Kukuh.

Menurut Kukuh, kehadiran pemain otomotif dari Korea Selatan dan Tiongkok yang semakin agresif akan menyemarakkan persaingan otomotif dalam negeri. “Dan Gaikindo menyambut siapapun yang mau melakukan investasi secara serius di sini, bukan hit and run,” ujar dia.

Prospek Cerah

Kukuh menilai, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa mencapai 5%, 6%, bahkan mungkin 7% ke depannya, akan mendorong peningkatan permintaan kendaraan bermotor seiring bertambahnya mobilitas masyarakat. “Kalau ekonomi tumbuh, pasti masyarakat mampu beli mobil," kata dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia