BPS Sarankan Pemerintah Perkuat Kebijakan Promosi untuk Dongkrak Pariwisata
JAKARTA, Investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pemerintah perlu meningkatkan kebijakan promosi untuk mendongkrak pariwisata domestik. Apalagi pemerintah sudah mencabut status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal ini diperkirakan turut berdampak pada laju perekonomian nasional.
“Bagaiamana upaya pemerintah untuk mengupayakan promosi pariwisata di Indonesia, nantinya berdampak ke kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara ini sangat bergantung dari pemerintah untuk bisa mempromosikan potensi wisata,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (3/7/2023).
Menurut Pudji, upaya meningkatkan kinerja pariwisata harus dijalankan secara sinergis antar Kementerian/Lembaga (K/L). Catatan BPS menunjukan jumlah kunjungan wisman mancanegara (wisman) secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2023 mencapai 4,12 juta kunjungan atau naik 312,91% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Data tersebut menunjukan bahwa kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia masih terus berlanjut.
“Harus ada strategi untuk terus meningkatkan kunjungan pariwisata di Indonesia yang harus dilakukan bersama oleh K/L. Tentunya ini(pariwisata) akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena pariwisata menyumbang devisa negara, kemudian belanja negara tentunya ada dan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Pudji.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Statistik Keuangan Teknologi Informasi dan Pariwisata BPS Harmawanti Marhaeni mengatakan kunjungan wisman terus meningkat sejak tahun 2022 dan diperkirakan terus meningkat pada tahun 2023. Beberapa kebijakan yang meningkatkan kinerja sektor pariwisata adalah program promosi pariwisata dan meningkatkan jumlah negara yang menggunakan visa on arrival dengan Indonesia. Visa on arrival merupakan dokumen izin masuk sementara yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada warga asing.
“Bicara dari data memang ada kenaikan (jumlah wisman), perkiraannya mungkin akan terus meningkat karena adanya kebijakan yang dilakukan pemerintah seperti promosi juga gencar dan kebijakan visa on arrival ditambah untuk negara yang bisa mendapatkan itu,” kata dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






