Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Berstatus Endemi, Pariwisata Bali Perlu Berbenah

Penulis : Mansy Singko
4 Jul 2023 | 12:08 WIB
BAGIKAN
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa)
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa)

DENPASAR, investor.id – Kalangan anggota DPRD Bali menyambut baik langkah pemerintah pusat yang mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Langkah ini menjadi angin segar bagi pariwisata Bali lebih berkembang lagi.

Untuk mendukung kunjungan wisatawan dengan status endemi, DPRD Bali meminta pelaku pariwisata Bali, Pemerintah Provinsi Bali, dan kabupaten/kota di Bali untuk memperbaiki daerah tujuan wisata karena masih ada beberapa daerah tujuan wisata yang terlihat kumuh.

“Kami melihat sektor pariwisata Bali masih banyak yang perlu dibenahi. Contoh, penataan tempat wisata di Danau Bratan yang masih terlihat kumuh karena masih banyak pedagang yang belum tertata dengan baik. Kemudian, penataan tempat wisata Danau Batur dimana masih banyak bangunan tempat wisata yang berada di tebing yang mengancam keselamatan para wisatawan,” kata Ketua Komisi II DPRD Bali bidang Pariwisata, IGK Kresna Budi, Senin (3/7/2023).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut dia mengatakan, fasilitas lain yang belum digarap di Bali adalah rest area di jalur pariwisata, yang menghubungkan antar kabupaten di Bali. Contohnya, menurut IGK Kresna, belum ada tempat istirahat di jalur wisata Singaraja-Denpasar yang membutuhkan waktu perjalanan lebih dari 4 jam.

Selain meminta perbaikan tempat tujuan wisata di Bali, dia juga meminta agar alokasi dana pembangunan daerah tidak hanya fokus pada pengembangan sektor pariwisata, tetapi juga untuk sektor pendukung pariwisata seperti pertanian dan peternakan. Sebab pendapatan asli daerah Bali juga berasal dari dua sektor tersebut, di luar sektor pariwisata. “Harapan kami, Pemerintah Provinsi Bali juga bisa mengalokasikan pajak pariwisata ke sektor pertanian dan peternakan yang menunjang sektor pariwisata di Bali,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia