Selama Pandemi, Pemerintah Bangun Infrastruktur Pariwisata
JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama tiga tahun terakhir bukan berarti pembangunan infrastruktur pariwisata khususnya di destinasi super prioritas terhenti. Waktu tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk menggenjot konstruksi.
Hal ini disampaikan oleh Endra S Atmawidjaja selaku Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan di sela acara Road to the 10th World Water Forum di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
“Pemerintah sudah bekerja selama tiga tahun terakhir untuk memperbaiki infrastrukturnya. Walaupun baru lima (destinasi super prioritas), tetapi bukan berarti yang lainnya tidak (dibangun infrastrukturnya),” ucap Endra kepada B-Universe.
“Di Yogyakarta dan Bintan, infrastrukturnya sudah bagus. Kemudian Toba dan Labuan Bajo. Kita lihat Labuan Bajo dari kampung nelayan kecil tiba-tiba menjadi destinasi turis internasional. Bahkan untuk kegiatan MICE skala 3.000 orang ke bawah sudah oke di Labuan Bajo,” imbuhnya.
Menurut Endra, infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori juga diperkirakan bisa menambah kapasitas kegiatan MICE di Labuan Bajo hingga 5.000 orang.
“Ini adalah lompatan-lompatan kita memanfaatkan situasi krisis untuk mempersiapkan infrastrukturnya. Sekarang waktunya kita menuai hasilnya. Infrastruktur punya peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Pemerintah, jelasnya, akan memanfaatkan momentum endemi agar ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%. Ia menilai pariwisata adalah salah satu sektor yang quick-yielding (cepat menghasilkan). “Kita dianugerahi alam yang indah. Itu kita akan olah sebagai potensi untuk menambah devisa. Devisa ini akan kita utamakan dari datangnya turis asing maupun lokal,” ucap Endra.
Endra juga berharap pemerintahan berikutnya memperluas pembangunan infrastruktur ini ke daerah-daerah lainnya.
“Selain infrastruktur di destinasi prioritas, membangun infrastruktur bukan terjadi di satu periode kepemimpinan presiden. Saya kira di kepemimpinan berikutnya, keberhasilan yang sudah kita capai, misalnya di Labuan Bajo atau Mandalika, bisa di-reiterate atau diperluas scope-nya dan di wilayah ditanganinya,” jelas Endra.
Menurut Endra, Bintan adalah salah satu daerah yang memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi pariwisata. “Singapura sudah sangat terbatas. Ruang tumbuhnya sudah hampir tidak ada. Tanahnya sedikit. Kalau Bintan bisa kita sentuh, tambahkan infrastruktur, lengkapi akomodasi wisatanya, amenities, atraksi untuk turis, Bintan bisa menjadi potensi yang luar biasa,” ujarnya.
“Market-nya ada. Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam termasuk (warga) lokal bisa masuk ke area itu (Bintan),” tutup Endra.
Sebagai informasi, pemerintah tengah berupaya membangun lima destinasi super prioritas yang diharapkan menjadi “Bali Baru”. Kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




