Jumat, 15 Mei 2026

Wisata Bali Baru Pulih 80% Dipicu masih Tingginya Harga Tiket Penerbangan

Penulis : Cindy Layan
6 Jul 2023 | 10:34 WIB
BAGIKAN
Rumah Adat NTT menjadi keunikan desa wisata tematik di Floratama
Rumah Adat NTT menjadi keunikan desa wisata tematik di Floratama

JAKARTA, Investor.id –  Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menyebut sektor pariwisata di pulau Dewata baru pulih 80% pasca pandemi Covid-19. Sedangkan proses pemulihan mulai terlihat sejak pertengahan tahun 2022  atau saat pertama kali Bali kembali dibuka untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dia mengatakan, salah satu faktor penyebab sektor pariwisata, khususnya penerbangan belum pulih 100%, karena harga tiket pesawat yang masih tinggi. Hal ini disampaikan Putu kepada tim B-Universe melalui wawancara daring pada Rabu, (5/7/2023).

"Artinya sudah ada pemulihan namun belum 100% dari sisi persentase. Jadi boleh dikatakan masih sekitaran 80% lah kunjungan karena memang faktor-faktor itu tadi jadi ada pesawat juga masih terlalu mahal terutama yang long on flight," ucap Putu.

ADVERTISEMENT

Sebagai mewakili asosiasi tour dan travel, Putu mengatakan, hingga kini Bali masih bergantung pada penerbangan negara lain karena Garuda belum menjangkau Eropa. Aksesibilitas ini merupakan salah satu penyebab jumlah wisatawan mancanegara belum sebanyak sebelum pandemi.

Meskipun demikian, Putu tetap optimis bahwa pariwisata khususnya di Bali dapat kembali bergairah seperti sedia kala. Dirinya juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk terus semangat melakukan promosi-promosi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Dirinya berharap pariwisata Bali sebagai salah satu destinasi utama Indonesia bahkan internasional ini dapat terus dilestarikan dan dijaga agar tidak sampai tercoreng nama baiknya. 

"Kami ASITA Bali tentu menyampaikan optimisme bahwa pariwisata Bali ini akan pulih dan juga kita baik pelaku pemerintah masyarakat harus selalu menjaga kenyamanan dan keamanan destinasi Bali ini terlebih destinasi Bali ini menjadi sebuah destinasi yang sudah dikenal di mancanegara di seluruh dunia oleh karena itu jangan sampai destinasi ini tercoreng hanya segelintir orang yang memanfaatkan momen," tuturnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia