Kamis, 14 Mei 2026

Jokowi Perintahkan Mentan Syahrul Jaga Stok Beras Jelang El Nino 

Penulis : Ichsan Ali
18 Jul 2023 | 14:13 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (18/7/2023).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (18/7/2023).

JAKARTA, Investor.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menjaga stok pangan, seperti beras, sebagai antisipasi El Nino.

Demikian penjelasan Syahrul usai dipanggil Jokowi ke Istana Merdeka Jakarta Selasa, (18/7/2023) pagi. Jokowi juga memanggil beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju  untuk membahas antisipasi El Nino yang bakal melanda Indonesia.

Dia mengungkapkan, presiden memerintahkan dirinya untuk menjaga stok pangan salah satunya beras. Saat ini, stok beras nasional masih aman. Namun, antisipasi ketersediaan beras akan diperkuat menjelang El Nino.

ADVERTISEMENT

"Stok beras Indonesia masih aman sebenarnya, tapi kita tidak boleh pd (percaya diri). Sampai Juli ini, kami menargetkan panen di atas 800 ribu hektare, Agustus diperkirakan panen di atas 800 ribu hektare, dan overstock masih di atas 2 juta ton. Tapi kita tidak boleh (percaya diri), siapa tahu El Nino tidak Agustus-September bisa berlanjut bulan berikutnya. Oleh karena itu, presiden menyebutkan hal ini tidak bisa dihitung, dioptimalkan saja yang bisa dilakukan," jelas Syahrul.

Terkait stok beras nasional, Jokowi menginginkan agar selalu tersedia di atas 1,2 juta ton. Stok tersebut menjadi tanggung jawab lintas kementerian dan lembaga, bukan hanya Kementerian Pertanian.

"Saya masih yakin, tidak ada (kelangkaan beras) karena data kita sangat oke, dari kondisi yang ada begini, saya punya lahan tanam di atas 10 juta hektare. Yang kita anggap bermasalah sampai hari ini hanya 70 ribu hektare dari 10 juta. Katakanlah imbas El Nino sampai saat ini cuma 70 ribu," jelas Syahrul.

Selain beras, Jokowi membahas stok pangan lain, yakni daging ayam dan telur ayam. Stok pangan tersebut dinilai Syarul tetap masih dalam kategori aman.

"Ketersediaan pangan mmasih aman, meski ada fluktuasi harga dan lain-lain dipengaruhi dinamika pasar. Bapak presiden minta bukan cuma satu kementerian saja, bisa saja kementerian dalam negeri bersama-sama ikut mengendalikan ini, mungkin stabilisasi harga bisa tercapai," terang Syahrul.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 43 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 51 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia