Jumat, 15 Mei 2026

Bisnis FMC Telkomsel Memperkuat Layanan IndiHome

Penulis : Abdul Muslim
27 Jul 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan Media Update Telkomsel di Bali, Rabu (26/7/2023). (FOTO: Abdul Muslim/ID)
Kegiatan Media Update Telkomsel di Bali, Rabu (26/7/2023). (FOTO: Abdul Muslim/ID)

DENPASAR-BALI, investor.id - Keputusan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk mengintegrasikan layanan bisnis gabungan seluler dan kabel serat optik (fixed mobile convergence/FMC) ke anak usaha Telkomsel makin memperkuat layanan kabel IndiHome. Terkini, Telkomsel telah meluncurkan Telkomsel One yang merupakan produk layanan FMC pertamanya.

“Jadi, jangan salah paham. Integrasi layanan bisnis IndiHome ke Telkomsel justru membuat banyak pilihan paket langganan bagi pelanggan, baik seluler dan fixed broadband (kabel). IndiHome tetap IndiHome, masih tetap ada,” tegas Vice President Home Broadband and FMC Concumer Marketing Telkomsel Dedi Suherman, dalam Media Update Telkomsel di Bali, Rabu (26/7/2023).

Dia menjelaskan, produk Telkomsel One yang diluncurkan Jumat (21/7/2023) pekan lalu makin memperkuat posisi layanan IndoHome. Kini, layanan IndiHome pun menjadi bagian dari berbagai pilihan paket unggulan Telkomsel yang customer centric sesuai kebutuhan pelanggan.

ADVERTISEMENT

Dalam Telkomsel One, terdapat Paket Complete yang mencakup layanan IndiHome, Orbit, dan Kuota Keluarga (paket mobile). Kemudian, Paket Dynamic yang mencakup layanan IndiHome dan Kuota Keluarga (paket mobile).

Terakhir, Paket Easy yang mencakup layanan Orbit dan Kuota Keluarga (paket mobile). Paket Telkomsel One kini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat di 501 kabupaten/kota wilayah di Indonesia.

“Pada paket Telkomsel One, paket Easy, Dynamic, dan Complete, tersedia dari harga termurah ke mahal, dengan perbedaan kompleksitas, besaran paket giga byte, dan harga. Dengan begitu, Telkomsel lebih memperkaya user case pelanggan, tidak hanya konektivitas tapi juga solusi dan experience,” imbuhnya.

Senior Vice President Consumer Sales Operations Telkomsel Gilang Prasetya menyampaikan, penggabungan layanan bisnis IndiHome ke Telkomsel akan memberikan manfaat nilai lebih dalam produk FMC di bawah payung Telkomsel.

“Jadi, IndiHome tetap mempertahankan semua sales channel existing dan diperkuat dengan keunggulan channel asset dari Telkomsel,” tutur Gilang.

Tak Ada PHK

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono menambahkan, walau peluncuran Telkomsel One baru dilakukan pada Jumat pekan lalu, persiapannya telah dilakukan sejak lama yang dimulai dari proses penggabungan IndiHome menjadi bagian dari bisnis Telkomsel.

“Telah dan akan terjadi efisiensi dan efektifivitas bisnis dari spin off IndiHome dari Telkom dan digabungkan ke Telkomsel. Kita juga nggak ada lay off (pengurangan karyawan) Telkomsel,”tutur Saki. 

Sebanyak 750-an karyawan dari IndiHome yang sebelumnya menjadi bagian dari Telkom pun telah diintergasikan menjadi karyawan Telkomsel. Sekitar 80% di antaranya bekerja di daerah (region) di mana bisnis Telkomsel beroperasi di Tanah Air. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia