Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan dan Laba Humpuss Intermoda Kompak Tumbuh

Penulis : Imam Suhartadi
1 Aug 2023 | 06:22 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Kerja Sama Bisnis
Ilustrasi Kerja Sama Bisnis

JAKARTA, investor.id – Emiten jasa kemaritiman terintegrasi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) mencatat kinerja keuangan yang solid pada semester I-2023, menyusul pertumbuhan yang kompak pada sisi pendapatan maupun laba.

Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan berhasil meningkatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 33,23% year-on-year (yoy) menjadi US$10,04 juta per 30 Juni 2023 dari US$7,54 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Penguatan laba bersih perseroan sejalan dengan meningkatnya pendapatan usaha menjadi US$55,36 juta pada paruh pertama tahun ini dari sebelumnya US$54,08 juta pada periode yang berakhir 30 Juni 2022.

Pendapatan pada jasa sewa kapal pengangkut bahan kimia menyumbang pendapatan tertinggi sebesar US$15,03 juta selama enam bulan pertama tahun ini, disusul oleh jasa sewa kapal pengangkut gas alam cair (LNG) sebanyak US$13,44 juta.

ADVERTISEMENT

Sedangkan sisanya dikontribusi dari segmen jasa sewa kapal minyak mentah dan BBM segmen penunjang kegiatan lepas pantai, jasa pengerukan dan reklamasi, serta penunjang armada laut.

Direktur Utama HITS Tonny Aulia Achmad mengatakan, penguatan kinerja top line maupun bottom line yang ditorehkan perseroan tak lepas dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kepercayaan konsumen dalam menggunakan jasa Grup Humpuss.

“Dengan membaiknya kondisi perekonomian serta industri saat ini, kami yakin dapat terus mempertahankan kinerja keuangan yang terus bertumbuh ke depannya,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Pengelolaan manajemen keuangan yang mumpuni juga telah dilakukan oleh perseroan, yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah ekuitas secara tahunan dari US$79,78 juta menjadi US$87,25 juta pada semester I-2023.

Pada periode yang sama, total liabilitas menurun menjadi US$142,52 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$150,14 juta. Kondisi ini terutama ditopang oleh pembayaran liabilitas jangka pendek.

 “Postur keuangan yang kuat serta semakin terbukanya peluang-peluang pada industri kemaritiman di dalam dan luar negeri pascapandemi ini akan memberikan keuntungan yang luas bagi kami, termasuk bagi para shareholders HITS,” tutup Tonny.

Dukungan Proyek Baru

Dalam mendukung kinerja perusahaan, HITS juga telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Padoma Global Neo Energi, perusahaan pengelolaan energi termasuk penyedia dan infrastruktur gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Papua Barat.

Kedua perusahaan bersepakat untuk menjalankan kerja sama di bidang pelayanan dan jasa transportasi dan distribusi energi sekaligus secara bersama-sama memasarkan dan mengelola LNG yang berasal dari Papua Barat.

"Kemitraan ini diharapkan menandai awal untuk kerja sama yang kuat dan berjangka panjang," ujar Tonny. Ke depan, kami melakukan pengembangan usaha secara organik dilakukan bersama anak usaha, sementara secara anorganik melalui kemitraan bisnis serta kemitraan strategis dengan pihak eksternal untuk perluasan usaha, serta  kelangsungan usaha Humpuss, tambahnya.

Dia menjelaskan kemitraan bisnis dan kemitraan strategis yang tengah dijalankan Humpuss Intermoda, antara lain melalui penandatanganan MoU tersebut untuk mendukung Pemerintah Papua Barat dalam penyediaan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik di Jayapura melalui kerjasama dengan BUMD di Papua Barat seperti Padoma Global, menyusul dengan mitra strategis lain dalam waktu dekat. 

Penandatanganan MoU tersebut untuk mendukung Pemerintah Papua Barat dalam penyediaan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik di Jayapura melalui kerja sama dengan BUMD di Papua Barat seperti Padoma Global.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia