Jumat, 15 Mei 2026

Mendag Dorong ASEAN Satu Pasar, Volume Perdagangan Bisa Terbang

Penulis : Mashud Toarik
12 Aug 2023 | 17:03 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan Duta Besar RI Islamabad, Adam Mulawarman Tugio di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (16/1/2023).
Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan Duta Besar RI Islamabad, Adam Mulawarman Tugio di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (16/1/2023).

JAKARTA, investor.id – Wilayah ASEAN dinilai perlu menjadi satu pasar agar dapat berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Pandangan ini diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. "Kita ingin agar ASEAN menjadi satu pasar," ujar Zulkifli Hasan sebagaimana dikutip Antara, Jumat (11/8/2023).

Mendag berharap dengan menjadi satu pasar, maka volume perdagangan ASEAN dapat meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Zulkifli berencana untuk membahas hal tersebut dalam Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-55 dan Rangkaian Pertemuan Lainnya (55th ASEAN Economic Ministers’/AEM Meeting and Related Meetings).

ADVERTISEMENT

"ASEAN memiliki pertumbuhan ekonomi kuat dan luar biasa, kita ingin jauh meningkat, sehingga ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi," katanya lagi.

Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-55 dan Rangkaian Pertemuan Lainnya (55th ASEAN Economic Ministers’/AEM Meeting and Related Meetings) akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, 17-22 Agustus 2023.

Saat ini ekonomi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada di posisi lima besar dunia, setelah Amerika Serikat, China, India, dan Jerman.

Perekonomian ASEAN meningkat sangat signifikan sejak ASEAN didirikan pada tahun 1967. Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita ASEAN pada 2021 sebesar 5.248 dolar Amerika Serikat (AS), naik dibandingkan tahun 1967 yaitu 122 dolar AS, investasi asing langsung (FDI) pada 2021 mencapai 168,2 miliar dolar AS naik dibandingkan tahun 1967 yaitu 3,04 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk total perdagangan, ASEAN mencapai 2.591 miliar dolar AS pada 2021, naik dibandingkan tahun 1967 yaitu 10 miliar dolar AS.

Jumlah populasi penduduk ASEAN dari 185 juta orang pada 1967, naik menjadi 673,8 juta orang pada 2021. Pengguna internet pada tahun 1967 adalah nol persen, dan pada tahun 2021 naik menjadi 61,4%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia