Ini Wlayah Bidikan Solusi Identitas Global Net, Perbesar Pasar Digital Signiture
SIDOARJO, investor.id - PT Solusi Identitas Global Net (SIGN) akan fokus membidik pasar di wilayah Indonesia timur melalui layanan aplikasi tanda tangan elektronik atau e Sign. Hal ini menyusul ditetapkannya anak usaha PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) ini sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Non-Instansi melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 954 Tahun 2023.
"Kita boleh dibilang cukup beruntung karena kita pertama kali di wilayah Timur yang mendapatkan izin digital signiture dari Kominfo. Mungkin juga strategi dari Kominfo supaya penetrasi digital signiture ini untuk wiayah Timur juga bisa dipercepat,” kata Dirut PT Solusi Identitas Global Net (SIGN) Oei Allan Wibisono di Sidoarjo, Jumat (15/09/2023).
Lebih lanjut Allan menjelaskan, selain korporat pihaknya akan menggarap sektor kesehatan untuk mengembagkan ke sektor ritel, yaitu sektor pendidikan. Strategi ini diharapkan akan menambah jumlah nasabah sekarang sekitar 2.000 nasabah.
"Kami percaya sektor pendidikan akan menjadi cikal bakal kita bisa memperbesar sektor rill, karena di sektor pendidikan ini mau nggak sudah menuju digitalisasi. Jadi untuk pengenalan e-Sign itu juga menjadi salah satu pasar yang kita utamakan," ungkap Allan.
Saat ini, kata Allan, potensi yang akan didapat cukup besar mengingat SIGN mempunyai customer base baik di Jakarta maupun di Surabaya, yang dulunya memakai kertas. Mereka itu target pasar yang akan diambil supaya bisa mempertahankan customer base tersebut.
"Kalau kita tidak masuk ke digital, customer kita akan hilang karena dokumen yang dulunya mereka beli untuk transaksi perusahaan sekarang sudah diganti digital. Jadi sebetulnya kita ada satu keuntungan mempunyai customer base baik yang di manufaktur, yang semua membutuhkan kebutuhan digital signiture seperti invoice, PO, maupun faktur pajak yang semuanya berubah menjadi dgital. Itu sebenarnya oppprtunity yang kita ingin pertahankan dan mungkin bisa kita kembangkan. Karena vendor-vendor kita pun juga kita akan anjurkan memakaiu digital signiture, belum lagi juga ada sektor pendidikan maupun dari sektor kesehatan," beber Allan.
Sementara Direktur SIGN Aries Handoko menambahkan, bahwa saat ini baru ada 8 perusahaan yang mendapatkan izin dari pemerintah untuk memberikan layanan tanda tangan digital dan sebagian besar di Indonesia bagian barat.
"Kami satu-satunya yang ada di Indonesia timur, harapannya kita bisa menjadi pelopor untuk Indonesia bagian timur. Masyarakat di Indonesia timur belum banyak digarap, umumnya masih di wilayah Indonesia timur. Kita harus segera mulai supaya tidak ada ketimpangan barat dan timur. Bagaimanapun kami bisa mengedukasi mereka, mulai melakukan transformasi digital. Walaupun dengan internet ketinggalan, jadi tidak tertinggal dengan yang di barat," ujarnya.
Aries menambahkan, pihaknya memperkenalkan digital platform aplikasi sertifikat elektronik beserta
tanda tangan dan stempel elektronik atau e Sign.
"Aplikasi ini menerapkan verifikasi identitas yang sesuai standar verifikasi identitas yang diakui oleh Kominfo. Dengan demikian, dokumen yang bertanda tangan atau stempel elektronik sudah dijamin kepemilikannya," pungkas Aries.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

