Jumat, 15 Mei 2026

Rantai Pasok Kuat Sokong Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Penulis : Harso Kurniawan
27 Okt 2023 | 21:44 WIB
BAGIKAN
Jajaran direksi TMMIN dan pejabat pemerintah berpose di ajang "Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum", Nagoya, Jepang, Jumat (27/10/2023).
Jajaran direksi TMMIN dan pejabat pemerintah berpose di ajang "Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum", Nagoya, Jepang, Jumat (27/10/2023).

JAKARTA, Investor.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berpartisipasi dalam agenda “Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum” yang berlokasi di Nagoya, Jepang, Jumat (27/10/2023). Aktivitas ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan hubungan diplomasi antara Indonesia-Jepang yang sudah mencapai usia 65 tahun.

Di Indonesia, Toyota telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat selama 50 tahun lebih sebagai solusi transportasi berteknologi tinggi ramah lingkungan, serta memberikan fokus perhatian bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus eskalasi kapabilitas rantai pasok. Toyota meyakini, rantai pasok yang kuat akan mendukung daya saing industri otomotif nasional.

Aktivitas The 2nd Auto Parts Business Forum ini merupakan kelanjutan dari aktivitas pertama yang telah berlangsung di tahun sebelumnya. Indonesia-Japan Auto Parts Business Forum merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia, didukung oleh Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nagoya, Jepang, yang bertujuan menjembatani perusahaan komponen otomotif skala kecil dan menengah di Indonesia dengan perusahaan produksi besar di Jepang. Perusahaan rantai pasok di Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri otomotif global. 

Penguatan rantai pasok lokal nyatanya menjadi sokongan bagi daya saing industri otomotif nasional yang kuat. Saat ini supply chain otomotif menjadi pilar industri, mengingat ada 300 ribu SDM yang berada di bawahnya. Melalui aktivitas ini, TMMIN akan membawa 29 perusahaan rantai pasok lapis 1-2.

ADVERTISEMENT

TMMIN menaungi 205 lebih pemasok tier 1-2 dan bertindak sebagai pembuka jalan dan menjembatani kerja sama yang nantinya terbuka melalui aktivitas business forum ini. Dengan begini, ada kemudahan bagi para pemasok untuk mengakses pasar internasional.

Hubungan bilateral antara Indonesia–Jepang telah berlangsung selama enam dekade lebih. Jepang dalam 10 tahun terakhir menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia.

Tercatat, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi otomotif asal Jepang mencapai US$ 525,48 juta sepanjang semester I-2023 dari total sebesar US$744,43 juta.

Di Tengah berbagai tantangan situasi dan kondisi ekonomi di Indonesia dimulai dari peristiwa malari 1974, krisis ekonomi moneter di tahun 1998, dan ketidakpastian situasi ekonomi global saat ini, pengembangan industri otomotif tetap komit dilakukan. Industri otomotif menjadi investasi Jepang sejak awal untuk Indonesia.

Indonesia pun menorehkan prestasi neraca dagang positif sebagai pengekspor produk otomotif sebagai produk berteknologi tinggi yang nilainya US$ 7 miliar lebih. Selain itu, investasi yang diberikan merambah pada pengembangan kapabilitas SDM yang menjadi elemen penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sejak era 1970-an hingga saat ini, Toyota berinvestasi di industri otomotif yang juga meliputi pengembangan SDM beserta ratusan rantai pasok di dalamnya. Bermula dari investasi perakitan, dilanjutkan dengan produksi bodi dan mesin, hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu hub produksi global,” ujar Bob Azam, wakil presiden direktur TMMIN di Nagoya, Jepang, dikutip dari siaran pers, Jumat (27/10/2023).  

TMMIN, kata dia, hadir berpartisipasi dalam acara Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum, untuk menjembatani rantai pasok industri otomotif Indonesia dengan membuka peluang kerja sama berskala internasional dan sebagai upaya benchmark bersama rantai pasok industri otomotif Jepang.  

Di tengah tantangan ekonomi global, dia menerangkan, Toyota Indonesia berupaya untuk terus mempertahankan peran Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan ke kawasan Asia dan Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, dan Australia. Melalui aktivitas penguatan rantai pasok lokal, Toyota Indonesia meyakini, dalam menyambut elektrifikasi, transisi dari kendaraan berteknologi ICE menuju elektrifikasi memerlukan proses untuk eskalasi kapabilitas rantai pasok.

“Pada tahun ini, kolaborasi dan kemitraan ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak stakeholders, di antaranya industri pembuat mobil, pembuat suku cadang, hingga asosiasi yang menaunginya. Harapannya, partisipasi kami dapat memberikan hasil yang lebih nyata dalam membuka potensi akses investasi industri otomotif skala internasional di masa depan.” tutup Bob Azam.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia