Jumat, 15 Mei 2026

Adopsi AI Generatif Meningkatkan Keunggulan Daya Saing di Masa Depan

Penulis : Happy Amanda Amalia
30 Nov 2023 | 20:37 WIB
BAGIKAN
(kiri ke kanan): Chirag Sukhadia, Chief Enterprise Data Analytic, IOH; Venusiana R,  Director of Enterprise, Telkom; Deep Bhau,  Managing Partner Indonesia, IBM Consulting; dan Prashant Pradhan, VP & CTO APAC, IBM Consulting pada sesi conference dengan tema "Reinventing Business Value in the Era of Generative AI" di Jakarta. (Istimewa)
(kiri ke kanan): Chirag Sukhadia, Chief Enterprise Data Analytic, IOH; Venusiana R, Director of Enterprise, Telkom; Deep Bhau, Managing Partner Indonesia, IBM Consulting; dan Prashant Pradhan, VP & CTO APAC, IBM Consulting pada sesi conference dengan tema "Reinventing Business Value in the Era of Generative AI" di Jakarta. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Para pelaku bisnis mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai usaha untuk menyeimbangkan penciptaan nilai besar dengan mitigasi risiko. Menurut CEO Study yang digagas IBM Institute for Business Value, 75% dari CEO global yang disurvei, mengatakan bahwa perusahaan yang mengadopsi AI generatif yang paling canggih akan mendapatkan keunggulan kompetitif atau daya saing di masa depan.

Selain itu, hampir dari separuh CEO (43%) telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam keputusan strategis untuk menginformasikan keputusan strategis, sementara 36% menggunakannya untuk keputusan operasional, dan 50% mengintegrasikannya ke dalam produk dan layanan mereka.

Hal tersebut dijelaskan dalam “IBM Consulting Forum,” yang mengusung tema Reinventing Business Value in The Era of Generative AI. Forum yang diselenggarakan pada Rabu (29/11/2023), menampilkan berbagai penggunaan AI generatif; seperti penggunaannya di dalam pengalaman pelanggan, modernisasi aplikasi, dan pengelolaan sumber daya manusia, oleh pelaku-pelaku bisnis di berbagai industri seperti perbankan dan jasa keuangan, transportasi, telekomunikasi, energi dan utilitas serta pertambangan untuk terus mendorong dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan agenda nasional, “Visi Indonesia Emas 2045” para pelaku usaha berusaha mengintegrasikan AI ke seluruh alur kerja, proses bisnis, dan operasi mereka. Hal ini menarik perhatian para pakar di industri, pemimpin bisnis, dan perwakilan pemerintah, yang bersama-sama membahas dampak dan potensi AI generatif dalam mendefinisikan ulang nilai bisnis, serta bagaimana AI generatif dapat mendukung pertumbuhan organisasi-organisasi di Indonesia di era ekonomi digital yang baru.

Sebuah studi dari International Data Corporation yang didukung IBM dengan judul “Charting the Journey to Value: Harnessing Technologies for Sustainable and Resilient Growth,” yang mencakup 600 perusahaan, 17 industri di Asia Pasifik telah mengungkapkan bahwa 71% organisasi di Indonesia, Australia, China, India, Korea, dan Singapura kesulitan untuk menciptakan nilai transformasional dari investasi digital.

Diungkapkan oleh studi itu, banyak organisasi di Indonesia, khususnya, menemukan tantangan dalam inovasi yang berkelanjutan dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik, yang ditimbulkan oleh kendala pada keterampilan dan kapabilitas di bidang TI.

Dalam “IBM Consulting Forum,” Chief Enterprise Data Analytic Indosat Ooredoo Hutchison, Chirag Sukhadia mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan keahlian konsultasi IBM dan pengetahuan mendalam dalam industri, perusahaannya dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas di seluruh alur kerja bisnis.

“Platform data yang terpadu akan mencakup otomatisasi dari awal hingga akhir, pengiriman model data yang komprehensif, dan tata kelola untuk keamanan yang sesuai standar. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong atau kebersamaan demi kemajuan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers.

Secara paralel, IBM terus memperluas kemitraan strategisnya dengan organisasi seperti AWS, SAP, Microsoft, Salesforce dan lainnya untuk melayani klien di berbagai industri dengan berbagai solusi dan layanan AI.

“Para pelanggan kami di Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala aplikasi di seluruh rantai nilai pada cloud mereka dengan menanamkan kemampuan AI generatif. Mereka memerlukan ahli yang tepat untuk memodernisasi AI dan aplikasi, dan itulah yang dapat kami berikan melalui kolaborasi kami dengan IBM Consulting,” ujar Country Manager AWS Indonesia Anthony Amni.

Sedangkan Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro menyampaikan, kerja samanya dengan IBM untuk memasukkan AI tambahan, machine learning, dan teknologi cerdas lainnya ke dalam solusi SAP, dapat membawa hasil bisnis yang lebih baik bagi pelanggan di Indonesia dan secara global.

“Bersama-sama kami fokus untuk membantu bisnis mendefinisikan kembali pengalaman pelanggan, meningkatkan produktivitas dan memacu pertumbuhan,” tutur Andreas.

Menanggapi sejumlah komitmen dengan para klien, Managing Partner IBM Consulting Indonesia, Deep Bhau mengaku bangga dapat berkomitmen dan membantu para kliennya untuk mempercepat penerapan AI generatif dan solusi data yang sukses guna memajukan transformasi bisnis, sekaligus menyediakan keahlian dan teknologi yang dibutuhkan untuk menginovasi proses bisnis dan mendorong penskalaan secara efektif.

“IBM Consulting’s Center of Excellence for Generative AI dan praktik watsonx membawa keahlian dalam teknologi AI generatif untuk membantu klien menentukan strategi pengadopsian mereka untuk penggunaan AI generatif yang bernilai tambah,” tambahnya.

Sebagai informasi, IBM telah berkontribusi di Indonesia selama lebih dari 86 tahun, dan masih berkomitmen untuk membantu bisnis di Indonesia dalam berbagai sektor guna memacu perjalanan transformasi digital. IBM Consulting mengambil pendekatan ekosistem terbuka untuk mendukung klien dan telah menyelesaikan ratusan keterlibatan klien di seluruh dunia dengan menerapkan AI generatif pada teknologi dari IBM watsonx dan portofolio mitra ekosistem serta menerapkan metode IBM Garage yang telah terbukti.

“Konsultan kami telah mengembangkan keterampilan mendalam dalam menerapkan pendekatan yang bertanggung jawab secara etis terhadap AI dan bekerja bersama AI untuk memberikan nilai bisnis. Sama seperti kami mendirikan bisnis layanan Cloud Hybrid kami yang sukses yang dibangun di atas platform Red Hat OpenShift , IBM Consulting bertujuan menjadi penyedia layanan konsultasi untuk watsonx,” ujar Deep.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia