Waskita (WSKT) Dukung Transparansi Informasi
SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita mengatakan, tahun 2022 Waskita mendapat predikat kurang informatif. Penilaian yang dilakukan setiap tahun mendorong perseroan untuk selalu berkomitmen dan meningkatkan pelayanan informasi publik sehingga menjadi bukti Waskita sebagai badan publik yang informatif di tahun 2023.
”Dalam monitoring dan evaluasi KIP tahun 2023 perseroan secara aktif untuk bisa memenuhi syarat semua unsur penilaian. Dengan raihan predikat ini perseroan terus menjalankan komitmen untuk menjadi perusahaan BUMN yang informatif, salah satunya meningkatkan pelayanan informasi publik yang transparan dengan mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi,” ucap Ermy.
Baca Juga:
Waskita Karya Menang Gugatan PKPUPredikat Badan Publik Informatif merupakan predikat tertinggi dalam klasifikasi penilaian KIP yang dimulai dari Tidak Informatif, Kurang Informatif, Cukup Informatif, Menuju Informatif dan Informatif.
Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro melaporkan, jumlah badan publik yang mendapat kualifikasi Informatif berjumlah 139 atau 37,07% dari 369 badan publik. Dengan hasil 139 badan publik
mendapat predikat informatif, hal ini telah melampaui target dari rencana pembangunan jangka menengah nasional yaitu 90 badan publik informatif.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






