Kamis, 14 Mei 2026

Info dari Sri Mulyani, Jokowi: Harga Minyak Tak Akan Naik Lagi

Penulis : Mita Amalia Hapsari
22 Des 2023 | 23:17 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi saat membuka Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia. (Sumber: istimewa)
Presiden Jokowi saat membuka Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada kemungkinan bahwa harga minyak tidak akan bergejolak naik lagi di tahun depan. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia bertema “Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global” di sebuah hotel di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2023).

“Bu Menteri keuangan bisik-bisik, 'Pak, urusan harga minyak kelihatannya sudah tidak akan bergejolak naik lagi'. Ini juga patut kita syukuri,” kata Jokowi seraya meneruskan informasi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat.

Meski begitu, Jokowi tetap merasa Indonesia perlu waspada karena situasi global masih dalam ketidakpastian, khususnya mengingat konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung. “Harus selalu ingat hati-hati dan waspada. Ketidakpastian global masih terus berlanjut. Konflik di Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan harga minyak global, juga kemungkinan masih ada,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Selain hal itu, Jokowi juga mengaku masih mengkhawatirkan stok dan harga komoditas khususnya pangan untuk konsumsi dalam negeri.

“Harga komoditas terutama pangan lain, kita harus hati-hati. Saya masih sedikit khawatir mengenai komoditas pangan. Karena kemarin setelah El Nino, komoditas kita sedikit di 2024. Diperkirakan kita masih akan belum kembali normal,” tutur Jokowi.

Kendati demikian, secara menyeluruh Jokowi optimistis menghadapi 2024. Karena menurut dia, Indonesia memiliki modal yang baik dari segi perekonomian maupun politik.

Dari segi ekonomi, kata Jokowi, perekonomian Indonesia tumbuh di kisaran 4,94% pada kuartal III-2023. Angka Indonesia tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya tumbuh 2,9%. Selain itu, inflasi Indonesia juga mampu terjaga di angka 2,86%. Padahal, inflasi global tertoreh di angka 7,2%.

Sepanjang Agustus 2022 sampai saat ini, Presiden Jokowi juga menyebut bahwa penyerapan tenaga kerja naik sebanyak 4,5 juta orang. Sementara, PMI manufaktur pada November 2023 masih di level ekspansif yaitu 51,7.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 58 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia