Jumat, 15 Mei 2026

IKN Dapat Jatah Rp 40 Triliun dari APBN 2024

Penulis : Prisma Ardianto
8 Jan 2024 | 19:25 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz)
Pekerja menyelesaikan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz)

PPU, investor.id – Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat jatah Rp 40 triliun untuk membangun infrastruktur pada tahun 2024. Dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 ini utamanya untuk pembangunan yang bersifat nonkomersial.

“APBN 2024 mengalokasikan sekitar Rp 40 triliun untuk pembangunan infrastruktur IKN,” beber Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono seperti dilansir dari Antara di Penajam, Senin, (8/1/2024).

Dia menerangkan, alokasi dana dari APBN penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar IKN yang menyangkut pemerintahan dan semua infrastruktur yang bersifat barang publik (public goods). Dalam hal ini, pembangunan tidak komersial harus dilakukan pemerintah pusat seperti infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, sektor persampahan dan yang lain-lain.

ADVERTISEMENT

“Alokasi dana dari APBN itu juga termasuk untuk pembangunan Pemerintah Daerah Khusus (Pemdasus) Kota Nusantara,” ungkap Bambang.

Namun demikian, proyek yang digarap dari anggaran tersebut secara rinci bakal ditentukan oleh Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Pastinya anggaran Rp 40 triliun dari APBN digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Kota Nusantara,” tambah Bambang.

OIKN sendiri menargetkan pembangunan IKN pada 2024 sudah menampakkan satu ekosistem sebagai kota yang cerdas (smart city) untuk penghuni lebih nyaman hidup dan tinggal di kawasan itu. Menurut Bambang, membangun satu ekosistem kota yang cerdas perlu juga melibatkan investor domestik, asing maupun investor gabungan antara domestik dan internasional.

Pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur telah menjadi salah satu proyek yang dibiayai APBN. Selain itu, pendanaan melibatkan kemitraan pemerintah dengan swasta (public private partnership) dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), serta dari investasi sektor swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kata Bambang Susantono.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia