Ini Calon Presiden Pilihan Pelaku Industri Sawit
JAKARTA, investor.id–Kalangan pelaku industri siap mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) yang memahami sektor usaha sawit. Dengan memahami maka diharapkan ketika mereka terpilih menjadi presiden-wapres akan menghasilkan kebijakan sawit yang komprehensif dengan mengakomodasi kepentingan hulu hingga hilir. Saat ini, setidaknya terdapat 20 juta pelaku yang terlibat dalam industri sawit nasional.
Menurut Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, sektor usaha sawit berharap presiden-wapres terpilih nantinya betul-betul memahami kejiwaan industri tersebut, baik dari sisi hulu maupun hilir, mulai dari kebun, bibit, pestisida, pupuk, pabrik, perdagangan, hingga isu-isu di dalamnya seperti rendahnya produktivitas, legalitas lahan, dan hambatan masuk ke pasar ekspor.
Hal itu penting karena industri sawit merupakan satu kesatuan rantai pasok yang tidak terpisahkan. “Kita butuh presiden-wapres yang memahami sawit. Siapa capres-cawapres yang memahami sawit tentu akan didukung setidaknya 20 juta suara,” ungkap Kacuk usai Refleksi Industri Sawit 2023 dan Tantangan Masa Depan: Mau Dibawa ke Mana Sawit Kita? yang digelar RSI di Jakarta, Rabu (10/01/2024).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan sejumlah pemikiran terkait industri sawit kepada tim think thank dari ketiga capres-cawapres. “Kalau langsung ke capresnya belum, tapi kami sudah mengajukan beberapa pemikiran ke tim think thank ketiga capres-cawapres,” ungkap dia.
Bagi pelaku industri, siapa pun nanti yang terpilih menjadi capres-wapres hendaknya memahami situasi dan kondisi sektor sawit sehingga bisa melahirkan kebijakan dan dukungan yang memang dibutuhkan sektor tersebut untuk terus tumbuh dan berkembang. “Hasil konklusi gelaran diskusi yang kami gelar ini juga akan kami susulkan kepada tim think thank ketiga capres-cawapres,” ujar Kacuk Sumarto.
Konklusi dari sesi diskusi Refleksi Industri Sawit 2023 dan Tantangan Masa Depan: Mau Dibawa ke Mana Sawit Kita? antara lain adalah industri sawit nasional masih menghadapi banyak tantangan, seperti ketidakpastian global, perubahan iklim, kenaikan harga pupuk, kelangkaan tenaga kerja, rendahnya produktivitas, fluktuasi harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan hilirisasi yang perlu terus dikembangkan.
Industri sawit butuh percepatan penyelesaian masalah, seperti legalitas lahan, kenaikan biaya produksi, infrastruktur, pembenahan regulasi, penyelesaian hambatan dagang, dan penguatan hilirisasi. Pada 2045, minyak sawit Indonesia dan produk turunannya diharapkan bisa diterima di seluruh pasar dunia dan peran perkebunan rakyat makin optimal. Di sisi lain, ke depan, industri sawit RI hendaknya fokus pada peningkatan produksi dan hilirisasi serta daya saing yang berkelanjutan.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres dalam pemilu tahun ini, yakni Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

