Jumat, 15 Mei 2026

Harga Beras, Telur, dan Gula Kompak Naik di Kediri

Penulis : Mohammad Muajijin
19 Feb 2024 | 19:48 WIB
BAGIKAN
Sunarti (kanan), pedagang sembako di Pasar Pahing, Kediri, Jawa Timur, saat menjajakan dagangannya kepada pembeli, pada Senin (19/2/2024). (B-Universe Photo/Mohammad Muajijin)
Sunarti (kanan), pedagang sembako di Pasar Pahing, Kediri, Jawa Timur, saat menjajakan dagangannya kepada pembeli, pada Senin (19/2/2024). (B-Universe Photo/Mohammad Muajijin)

KEDIRI, investor.id – Harga beras, telur, dan gula kompak naik di Pasar Pahing Kota, Kediri Jawa Timur. Imbasnya, kenaikan harga beras tersebut tidak hanya dirasakan oleh pembeli, namun juga para pedagang lantaran mendapati sepi pembeli.

Saat ini harga beras kualitas medium mencapai 16.500/kg, sedangkan harga beras kemasan 5 kg dibanderol Rp 78.000. Selain beras, harga telur di Pasar Pahing juga naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 26.500. Begitu pula harga gula dari Rp 15.700 naik menjadi Rp 16.500.

Salah satu pedagang sembako Sunarti mengatakan, harga beras merangkak naik sejak tiga bulan lalu, dimana sebelumnya hanya sekitar Rp 11.000/kg. Namun hingga saat ini, harga beras terus mengalami kenaikan, satunya beras 64 Super yang saat ini Rp 15.500/kg dari sebelumnya Rp 14.000/kg.

ADVERTISEMENT

“Setiap hari harga beras naik dan berubah. Setiap hari naik Rp 200 dan hingga kini harga beras mencapai Rp 15.000/kg sampai Rp 15.500/kg,” Kata Sunarti saat ditemui di kiosnya, Senin (19/2/2024).

Hal senada juga diungkapkan oleh Fitri pedagang sembako. Saat ini ia tak lagi berani menjual beras kualitas premium, lantaran harga terlalu tinggi. Karena menurut Fitri, beras premium dengan harga tinggi itu tidak laku lagi dipasaran.

“Mulai sebelum pemilu naik terus ini, yang sebelumnya harganya Rp 14.000 sekarang sudah Rp 16.000. Diduga kenaikan ini akibat banyak petani gagal panen karena daerahnya dilanda banjir,” ujar Fitri.

Sementara Niamah, salah satu pembeli yang juga pedagang nasi mengaku keberatan atas kenaikan harga tersebut, sehingga untuk menyiasatinya terpaksa mengurangi porsi dagangannya. “Tolong harga sembako dinormalkan, karena saya jualan nasi. Dan untuk menyiasati terpaksa menaikkan harga per porsi dagangannya.” keluh Niamah.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia