Perusahaan Investasi dari Inggris Gemcorp Resmi Ambil Alih Flynet
JAKARTA, investor.id – Gemcorp Capital (Gemcorp) yang berbasis di London mengumumkan telah menyelesaikan perjanjian investasi yang akan memberikan jalur untuk mengakuisisi kendali atas penyedia fiber-to-the-home (FTTH), PT Garuda Prima Internetindo (Flynet) dengan investasi tunai. Flynet menyediakan layanan FTTH untuk pengguna perumahan di Bali, Indonesia. Gemcorp telah melakukan pembayaran tunai pertama sesuai dengan ketentuan perjanjian.
Gautam Sahdev, Mitra Gemcorp yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan transaksi tersebut, mengatakan, transaksi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam aktivitas Gemcorp di sektor telekomunikasi di Indonesia.
“Investasi ini akan menjadi investasi kedua kami di kawasan ini, setelah investasi signifikan yang dilakukan pada tahun 2019. Investasi ini juga merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang kami tandatangani dengan APJII, organisasi yang mewakili penyedia jasa layanan internet (“ISP”) di Indonesia, di mana kami menunjukkan keinginan kami untuk memberikan investasi kepada ISP lokal, termasuk pemain FTTH.,” kata Sahdev dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Selasa (27/2/2024).
“Kami juga sedang mengerjakan sejumlah kesepakatan di sektor telekomunikasi di kawasan ini dan sedang dalam proses menyiapkan sarana khusus untuk menyalurkan investasi kami. Tujuan kami adalah mengatur investasi yang akan mendukung tulang punggung infrastruktur broadband Indonesia, yang kami yakini merupakan hal mendasar bagi masa depan digital negara ini,” tambah Sahdev.
Purwo Handoko selaku Utusan Khusus (Special Envoy) Gemcorp untuk kawasan Asia Tenggara juga menambahkan, langkah awal yang strategis yang diputuskan Gemcorp untuk melakukan investasi di Indonesia sebagai negara pertama di Asean adalah bukti nyata kepercayaannya kepada fundamental ekonomi dan iklim investasi yang baik.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan investasinya di Inondesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya,” katanya.
Muhammad Arif Angga, pimpinan dan pemegang saham mayoritas Flynet, mengatakan, pihaknya memulai Flynet dengan tujuan menyediakan layanan internet kelas atas bagi penduduk Bali melalui jaringan fiber yang canggih.
“Kami sangat senang dengan kemajuan yang dicapai bisnis ini sejak awal. Kami sangat senang menyambut Gemcorp sebagai mitra dan terkesan dengan ambisi mereka, baik di sektor bisnis maupun telekomunikasi. Kami bangga menjadi ISP pertama yang menjalin perjanjian investasi sejak mereka menandatangani MOU dengan APJII pada Januari 2023,” katanya.
Sebagai informasi, Gemcorp didirikan pada tahun 2014 sebagai perusahaan manajemen investasi independen yang berfokus pada pasar negara berkembang, dengan strategi inti adalah berinvestasi pada kredit swasta unik dan peluang situasi khusus di pasar negara berkembang.
Sejak awal, perusahaan ini telah melakukan transaksi kredit dan ekuitas senilai $7 miliar, termasuk $1 miliar lebih dalam investasi bersama yang dilaksanakan. GEMCORP dipimpin oleh tim manajemen yang kuat dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di pasar negara berkembang.
Solusi kredit yang dirancang khusus telah mempercepat pertumbuhan peminjam negara dan korporasi di 25 negara emerging market dan mendorong investasi di lebih dari 13 sektor industri penting.
Sedangkan Flynet merupakan perusahaan penyedia layanan internet (ISP) yang didirikan sejak 2019. Flynet memiliki layanan jaringan di Pulau Bali. Produk layanan yang ditawarkan Flynet antara lain dedicated internet, broadband internet, dan home internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps.
Flynet telah dipercaya oleh berbagai pengguna mulai dari perhotelan, pendidikan, rumah sakit serta masih banyak customer lainnya.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

