Jumat, 15 Mei 2026

Dekarbonisasi Industri Penting untuk Dukung Zero Emisi Karbon

Penulis : Indah AP
28 Feb 2024 | 20:19 WIB
BAGIKAN
Energy and Sustainable Business Engagement Specialist, WRI Indonesia Nailah Shabirah dalam acara Media Coaching Workshop dengan tema Optimalisasi Komitmen Reduksi Emisi Karbon di Indonesia; Tantangan dan Peluang pada Senin (26/2/2024) di GoWork Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan.
Energy and Sustainable Business Engagement Specialist, WRI Indonesia Nailah Shabirah dalam acara Media Coaching Workshop dengan tema Optimalisasi Komitmen Reduksi Emisi Karbon di Indonesia; Tantangan dan Peluang pada Senin (26/2/2024) di GoWork Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan.

JAKARTA, investor.id – Perubahan iklim terjadi akibat industrialisasi yang semakin marak sehingga menghasilkan emisi karbon yang besar. Karena itu, upaya dekarbonisasi industri penting dilakukan agar Indonesia dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon global.

Energy and Sustainable Business Engagement Specialist, WRI Indonesia Nailah Shabirah mengatakan, berdasarkan riset WRI, data Greenhouse gas emission (GHC emission) atau efek gas rumah kaca (GRK) tahun 2019 dengan kategori penyumbang emisi karbon terbesar berasal dari aktivitas industri, yakni 74,5%, sisanya berasal dari aktivitas non industri.

Emisi karbon industri tersebar di beberapa sektor nasional antara lain energi, industri proses dan penggunaan produk (IPPU), waste atau sampah, serta agrikultur, hutan dan tata guna lahan.

ADVERTISEMENT

"Jadi faktor paling besar penghasil emisi karbon itu industri. Makanya penting sekali menurunkan emisi karbon dari industri karena hasilnya akan sangat signifikan terhadap pengurangan emisi karbon," terang Nailah saat Media Coaching Workshop dengan tema Optimalisasi Komitmen Reduksi Emisi Karbon di Indonesia; Tantangan dan Peluang pada Senin (26/2/2024) di GoWork Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan.

Dengan industri melakukan dekarbonisasi, maka perusahaan tersebut mau tidak mau akan memproduksi barang-barang dengan emisi yang rendah atau low emission. "Kalau industri produksi barang dengan low emission nanti akan berpengaruh terhadap industri," papar Nailah.

Alhasil, lanjut Nailah, kedepannya sustainable consumption akan terbentuk dan dengan melakukan dekarbonisasi maka industri akan memberikan dampak yang signifikan pada pengurangan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pada Paris Agreement.

Pada Paris Agreement, adanya kewajiban pemerintah untuk berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca yang ditetapkan secara nasional untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata di bawah 2 derajat sampai 1,5 derajat celcius dari tingkat suhu perindustrian.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia