Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Impor 250 Ribu Ton Beras dari Kamboja untuk Amankan Stok Ramadan

Penulis : Monique Handa Shafira
8 Mar 2024 | 19:23 WIB
BAGIKAN
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Media Briefing di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (08/03/24).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Media Briefing di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (08/03/24).

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah telah menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) pembelian beras dari Kamboja, sebanyak 250 ribu ton, dan yang sudah terealisasi sebanyak 15 ribu ton. Impor beras ini antara lain untuk mengamankan stok beras menjelang bulan Ramadan tahun ini.

“Bapak Presiden secara bilateral dengan pemerintah Kamboja melakukan kerjasama pembelian beras. Jadi kita akan impor 250 ribu ton beras, kemarin sudah ada perjanjiannya, tapi yang terealisasikan baru 15 ribu ton,” ujar kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, alasan beras impor dari Kamboja belum sepenuhnya terealisasikan karena ada masalah logistik yang membuat pengiriman beras tersebut ke Indoesia dilakukan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

“Kita tahu, masalah logistik di Kamboja juga menjadi isu. Jadi perlu kapal kecil dan sebagainya,” tuturya dalam Media Briefing di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2024).

Dikatakan Airlangga, ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1.131.885 ton, sedangkan cadangan untuk komersial sebanyak 14.559 ton. Angka tersebut diambil berdasarkan data Bulog per 7 Maret 2024.

Jumlah realisasi pengadaan beras dari dalam negeri mencapai 18.344 ton, sedangkan dari luar negeri sebanyak 614.707 ton masih dalam proses pengiriman.

Sementara untuk realisasi beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan Bulog mencapai 416.516 ton. Lalu realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 391.373 ton.

Dikatakan Airlangga, saat ini perkembangan produksi beras dalam negeri mengalami peningkatan. Berdasarkan survei KSA BPS, produksi beras Maret 2024 telah mencapai 3,51 juta ton.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia