Link Net (LINK) dan BDDC Tingkatkan Konektivitas
JAKARTA, investor.id - PT Link Net Tbk (LINK), melalui brand Link Net Enterprise, dan Bersama Digital Data Centres (BDDC) mengumumkan kemitraan strategis untuk memberikan dan meningkatkan konektivitas yang lebih kuat, stabil, dan andal kepada pelanggan. Kerja sama tersebut dilakukan guna memperkuat infrastruktur internet di Indonesia.
Kini, pelanggan BDDC pun dapat menggunakan layanan Link Net Enterprise apabila membutuhkan internet berkecepatan tinggi, komunikasi data, serta solusi information and communication technology (ICT). Kerja sama mencerminkan komitmen dari keduanya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman digital bagi pelanggan.
Baca Juga:
Data Center Bitera Resmi BeroperasiTidak hanya memperkuat jaringan, kerja sama itu juga menawarkan latensi rendah dan service level agreement (SLA) tinggi. Peningkatan menjadi aspek penting, terutama bagi aplikasi yang perlu respons cepat untuk bisnis sehari-hari, seperti menyediakan informasi cepat dan aman, mengakses dan menyimpan dokumen di cloud, serta menyuplai layanan streaming, transaksi finansial, dan kegiatan operasi online.
Bagi BDDC, kerja sama itu memperluas jangkauan layanan serta memungkinkan penawaran solusi yang lebih komprehensif kepada pelanggan. "Kami sangat antusias dengan kemitraan ini karena akan membawa layanan jaringan andal dengan tingkat keamanan tinggi bagi para pelanggan," ujar Head of Business Ecosystem BDDC Erland Karim, dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Jumat (15/3/2024).
Menurut dia, SLA data center Tier IV dan Tier III BDDC juga memiliki power 99,99% yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan digital yang terus berkembang sangat pesat.
“Dengan adanya kolaborasi bersama Link Net Enterprise, kami pastikan bahwa keandalan dan kecepatan jaringan akan menjadi nilai tambah utama bagi para pelanggan, baik dari sektor finansial maupun lain," tambahnya.
Sementara itu, kolaborasi dengan BDDC memungkinkan Link Net Enterprise untuk memanfaatkan infrastruktur data center yang canggih dan meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.
Dengan memanfaatkan in-town data center Tier IV & Tier III BDDC di Jakarta yang dilengkapi dengan teknologi cutting-edge, kemitraan tersebut pun menjamin penyediaan bandwidth yang luas dan stabil serta mengurangi latensi hingga level minimum.
"Sinergi layanan Link Net Enterprise dan BDDC akan membantu peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan dalam mendukung pengalaman digital yang lebih baik,” kata Head of Corporate Product Link Net Ryan Oky Saputra.
Industri Digital
Sementara itu, pemanfaatan in-town data center Tier IV & Tier III BDDC tidak hanya akan meningkatkan stabilitas bagi pelanggan Link Net Enterprise, tetapi juga mendukung kemajuan industri digital Indonesia.
Teknologi fiber optic terkini bersama dengan arsitektur jaringan yang dirancang untuk efisiensi, memastikan bahwa data dapat mengalir dengan cepat dan aman.
Teknologi dan arsitektur jaringan tersebut memungkinkan pelanggan dalam mengakses aplikasi atau dokumen di cloud dengan responsif dan cepat, serta membantu transaksi keuangan.
Solusi dari teknologi itu juga akan memberikan pengalaman online yang efisien dan lancar untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan pekerjaan pelanggan dengan keandalan yang tinggi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






