Jumat, 15 Mei 2026

Bos Lion Air Jawab Teguran KPPU Soal Harga Tiket Pesawat Meroket Tiap Lebaran

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
20 Mar 2024 | 22:13 WIB
BAGIKAN
Pendiri maskapai penerbangan Lion Air Rusdi Kirana saat ditemui di Lion City Balaraja, Tangerang pada Rabu (20/3/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)
Pendiri maskapai penerbangan Lion Air Rusdi Kirana saat ditemui di Lion City Balaraja, Tangerang pada Rabu (20/3/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

TANGERANG, investor.id – Pendiri maskapai penerbangan Lion Air Rusdi Kirana menanggapi peringatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait harga tiket pesawat yang melambung tinggi setiap kali menjelang mudik Lebaran Idulfitri.

KPPU menilai, setidaknya ada tujuh maskapai penerbangan tanah air termasuk Lion Air yang seringkali mematok harga tiket melebihi tarif batas atas (TBA). Mendengar itu, Rusdi pun membantah tudingan tersebut.

“Kita tidak tau apa yang dimaksud oleh mereka apa. Setahu kita, kita tidak melewati TBA karena harga itu sudah masuk ke dalam sistem dan dari low season (harganya) sudah sama,” jelas Rusdi, saat ditemui di Lion City Balaraja, Tangerang pada Rabu (20/3/2024).

ADVERTISEMENT

Rusdi menegaskan, pihaknya tidak melanggar ketentuan apapun, termasuk terkait penetapan harga tiket pesawat untuk musim mudik Lebaran. “Kalau dari perhubungan itu ada batas bawah dan batas atas. Selama kita tidak melewati batas atas itu, harusnya kita tidak melanggar aturan dan saya rasa tidak ada yang saya lewati,” katanya.

Dia juga berujar, penetapan harga tiket pesawat sendiri tidak bisa dibuat semena-mena oleh pihaknya. Harga tiket tersebut harus tercatat ke dalam sistem sebelum diperjualbelikan. “Menaikkan harga itu gak bisa satu hari langsung dinaikkan, itu kan masuk dalam sistem. Mau high season atau low season masuk ke sistem. Tidak bisa kita main sendiri,” terang Rusdi.

Kendati demikian, bos Lion Air itu menegaskan pihaknya siap memenuhi panggilan KPPU apabila diperlukan penjelasan lebih lanjut terkait polemik harga tiket pesawat itu. Namun, hingga hari ini, pihaknya mengaku belum menerima panggilan apapun.

“Oh iya (siap), tidak ada masalah. Mungkin (KPPU) salah ngerti, kita bisa perbaiki kalau memang betul ada indikasi tersebut. Tapi kita harus cek, ingat, Lion Group itu ada 1.300 penerbangan setiap harinya,” demikian jelas Rusdi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia