Jumat, 15 Mei 2026

Indef Kritik Implementasi Permendag 36/2023, Begini Isinya

Penulis : Vinnilya Huanggrio
25 Mar 2024 | 20:49 WIB
BAGIKAN
Ekonom Senior Institute For Development Of Economic And Finance (INDEF), Tauhid Ahmad. (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)
Ekonom Senior Institute For Development Of Economic And Finance (INDEF), Tauhid Ahmad. (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior Institute For Development Of Economic And Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyebut untuk mengurangi masuknya barang impor ilegal, selain regulasi pembatasan barang bawaan luar negeri, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Hal ini disampaikan Tauhid merespons implementasi dari Permendag 36/2023.

“Wilayah laut kita di wilayah perbatasan sangat terbuka. Di beberapa perbatasan dengan negara-negara tetangga terdekat kita Singapura Malaysia itu kan terlalu mudah untuk masuk karena saking dekatnya, ini yang saya kira mungkin perlu pengawasan,” ungkap Tauhid Ahmad saat dihubungi, Senin (25/3/2024).

Menurut Tauhid, ada dua hal yang menjadi alasan produk-produk impor bisa lebih murah dan bisa masuk ke dalam negeri. Pertama, produk itu mendapatkan fasilitas dari negara asalnya dari segi pajak dan biaya keluar yang tidak ada sama sekali. Kedua, kemungkinan melalui importasi ilegal atau tidak melalui port yang menggunakan mekanisme custom yang baik.

ADVERTISEMENT

Bahkan, Tauhid menduga bahwa memang barang-barang impor ilegal tersebut masuk tidak melalui jalur-jalur seperti bandara maupun pelabuhan internasional secara resmi. Namun melewati jalur-jalur tikus yang membuat produk impor ilegal itu dapat masuk dengan jumlah yang begitu masif.

“Mungkin juga ada melalui penumpang luar negeri, ini ada, tetapi mungkin jumlahnya kalah jauh dibandingkan dengan melalui jalur-jalur tikus tadi, saya kira jumlahnya sangat besar. Apakah efektif atau tidak (regulasi ini) mungkin baru sebagian kecil,” jelas Tauhid.

Kendati demikian, apabila kebijakan tersebut tetap diteruskan maka perlu dilakukan sosialisasi bagi para penumpang pesawat dari luar negeri, dibarengi juga dengan penerapan mekanisme yang efektif supaya tidak merugikan para wisatawan yang ingin melancong ke luar negeri dari segi waktu.

“Dengan adanya 13 jenis barang-barang (yang dibatasi) ini pasti akan menyusahkan penumpang harus ada mekanisme lain supaya pemeriksaannya jauh lebih cepat karena kalau tiap penumpang membutuhkan waktu 2-3 menit bahkan lebih, tentu saja akan membuat antrian membludak,” pungkas dia.

Sebelumnya, Jenderal Bea Cukai telah menerapkan regulasi pembatasan barang impor bawaan penumpang dari luar negeri sejak Minggu, (10/3/2024) lalu. Aturan ini diatur dalam Permendag Nomor 36 Tahun 2023 juncto Permendag No 3 tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Peraturan ini membatasi sejumlah barang dari beberapa komoditas yang boleh dibawa masuk ke dalam negeri tanpa adanya izin Kemendag. Barang-barang tersebut diantaranya pakaian jadi/aksesoris pakaian jadi, barang tekstil, gawai (telepon seluler, komputer genggam dan tablet), tas, mainan, kosmetik termasuk perbekalan kesehatan rumah tangga, elektronik, alas kaki, mutiara, hewan juga produk hewan dan bahan makanan seperti beras, jagung, gula dan bawang putih serta produk hortikultura.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia