Hilton Percepat Pertumbuhan di Asia Tenggara untuk 5 Tahun Mendatang
JAKARTA, investor.id – Perusahaan hotel global, Hilton telah menandatangani 11 kerja sama properti baru di kawasan Asia Tenggara yakni di Indonesia, Thailand dan Vietnam. Penandatanganan tersebut merupakan langkah untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan di Asia Tenggara dalam lima tahun mendatang.
Presiden Hilton Asia Pacific (APAC) Alan Watts mengatakan bahwa pada kuartal I-2024, perusahaan melanjutkan ekspansinya dengan menandatangani kesepakatan dengan 892 hotel di seluruh wilayah Asia Pasifik. Strategi ini diambil seiring makin kuatnya destinasi wisata dan perekonomian di Asia Tenggara, yang menjadi kawasan penting bagi pertumbuhan Hilton di Asia Pasifik.
Ada pun penandatanganan dengan 11 properti baru pada tahun ini ditargetkan menambah lebih dari 2.600 kamar, dan makin dekat untuk menambah portofolio di Asia Tenggara. Sebagai catatan, saat ini Hilton telah memiliki 58 hotel dan 47 properti yang sedang dikembangkan di wilayah tersebut.
Penambahan portofolio Hilton baru-baru ini di Asia Tenggara juga mencakup Hilton Yala Resort, yang menjadi resor safari pertama di Sri Lanka; dan La Festa Phu Quoc sebagai properti Curio Collection by Hilton pertama di Vietnam. Hilton pun membuka Conrad Singapore Orchard dan Hilton Saigon.
Sedangkan untuk akhir tahun ini, Hilton akan masuk pasar baru di Laos dan Timor Leste dengan pembukaan DoubleTree by Hilton Vientiane dan Hilton Dili Palm Springs.
“Untuk Indonesia, Hilton memiliki portofolio terbesar ketiga di Asia Tenggara dengan sembilan hotel yang beroperasi di lima brand. Pembukaan terbaru meliputi Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran sebagai hotel ketiga di Indonesia. Jejak ekspansi DoubleTree by Hilton kami di ibu kota Indonesia akan terus berkembang dengan dibukanya DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya pada 15 Juni 2024,” ujar Alan.
Ditambahkan oleh Alan, perusahaan akan melanjutkan penandatanganan dengan Conrad Jakarta, sebagai properti Conrad Hotels & Resorts pertama di Jakarta yang akan dibuka 2029, sementara Hilton Bandung Padalarang ditargetkan buka pada 2026, kemudian disusul Hilton Manado dan Hilton Garden Inn Manado yang ditargetkan pada 2028.
Hilton juga berencana untuk membawa brand Waldrof Astoria Hotels & Resorts ke Indonesia, Malaysia, dan Vietnam dengan membuka Waldorf Astoria Jakarta, Waldorf Astoria Kuala Lumpur, dan Waldorf Astoria Hanoi dalam beberapa tahun mendatang.
“Penandatanganan dan pembukaan hotel Hilton terbaru ini tidak hanya menegaskan peluang pertumbuhan jangka panjang di wilayah yang dinamis ini, tetapi juga meningkatkan komitmen kami untuk memberikan pengalaman bagi para tamu dan anggota tim kami,” ungkap Vice President and Regional Head of South East Asia Hilton Alexandra Murray.
Untuk di Thailand, lanjut Allan, pihaknya sudah meneken kesepakatan dengan KROMO, Curio Collection by Hilton, Hilton Bangkok Grand Asoke, Hilton Garden Inn Bangkok Silom, dan Hilton Garden Inn Rayong. Sedangkan di Vietnam, ada tiga properti baru yang telah ditandatangani, yakni Tapestry Hoi An, Hilton Hanoi West, Hilton Garden Inn Mui Ne Beach. Dengan demikian, Hilton berada pada jalur tepat untuk melebihi target seribu hotel pada 2025.
Asia Tenggara terus menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi industri perjalanan dan perhotelan. Potensi ini didorong oleh pertumbuhan kelas menengah yang kuat, meningkatnya perjalanan domestik, dan kembalinya acara-acara MICE dan hiburan kelas dunia di wilayah ini. Optimistis tersebut makin diperkuat oleh pertumbuhan konsumsi di Asia Tenggara di mana perekonomian di kawasan itu tercatat memiliki nilai US$ 4 triliun yang diproyeksikan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,6% - 4,8% hingga 2029.
Pemulihan pasca-pandemi di Asia Tenggara juga mendorong peningkatan konsumsi. Hal ini pula yang menarik minat dari pemilik, pengembang, dan investor di sektor real estate perhotelan untuk pengembangan di Asia Tenggara.
Sebagai informasi, hingga 31 Maret 2024, Hilton telah merencanakan pengembangan sekitar 3.380 hotel dengan total sekitar 472.300 kamar di 119 negara dan wilayah. Ini termasuk ekspansi ke-31 negara dan wilayah di mana Hilton belum hadir, dan sekitar 60% dari proyek-proyek pengembangan ini berada di luar Amerika Serikat.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


