Jumat, 15 Mei 2026

RI Siap Pacu Ekspor Udang ke China, Jepang, Australia, dan Korsel

Penulis : Tri Listiyarini
17 Jun 2024 | 21:35 WIB
BAGIKAN
Udang hasil panen. ( Foto: Istimewa )
Udang hasil panen. ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, investor.id–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak kasus antidumping udang beku Indonesia di Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan melalui diversifikasi pasar ke beberapa negara potensial, yakni China, Jepang, Australia, dan Korea Selatan (Korsel). 

Berdasarkan data ITC Export Potential, udang mentah beku Indonesia (HS 030617) masih memiliki peluang di pasar China dan Jepang, sementara udang matang beku (HS 160521) potensial untuk pasar Jepang, Australia, dan Korsel. Potensi peluang pasar ke keempat negara itu mencapai US$ 800 juta, setara 121 ribu ton udang beku.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulistiyo menjelaskan, pengenaan tarif antidumping dan countervailing duties (CVD) membuat udang beku RI kurang kompetitif di pasar AS. Karena itu, perlu optimalisasi pasar ekspor potensial bagi udang Indonesia yakni yang pangsanya masih kecil.

ADVERTISEMENT

“Dari data ITC Export Potential, ada peluang pasar altenatif, mengingat kualitas udang Indonesia tak kalah dari negara lain. Upaya diversifikasi pasar udang RI itu tentu perlu didukung peningkatan efisiensi usaha budi daya, pengolahan, dan logistik, sehingga harganya lebih kompetitif,” jelas Budi dalam keterangan yang dikutip Senin (17/06/2024).

Terkait tarif antidumping dan CVD, KKP terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kemenkomarves, dan para pelaku udang di hulu-hilir guna memastikan kelancaran ekspor ke AS. KKP juga telah mengirimkan surat kepada Kedubes RI di Washington DC untuk mendapatkan dukungan komunikasi dengan otoritas AS. Hal ini diperlukan dalam proses hearing guna pembelaan terhadap hasil preliminary determination margin dumping udang beku Indonesia.

“Kami terus bergerak melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna menyikapi tuduhan otoritas AS terhadap udang dari Indonesia," tegas Budi. Sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono menargetkan, dalam lima tahun ke depan (2029-2030), Indonesia sudah harus kuat di sektor budi daya perikanan. Indonesia harus mampu menguasai beberapa rantai pasok komoditas global, seperti udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan tilapia.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP Erwin Dwiyana menambahkan, udang Indonesia di pasar China masih terbuka seiring gap peluang ekspor sampai 2028 yang diperkirakan US$ 544 juta. "Khusus pasar China, harga udang RI masih dapat bersaing dengan Ekuador," jelas Erwin.

Di pasar Jepang, gap peluang ekspor udang hingga 2028 diperkirakan US$ 214 juta. Jepang merupakan pasar optimistis bagi udang beku dan udang olahan Indonesia. “Saat ini, RI menduduki peringkat ketiga sebagai negara penyuplai udang terbesar ke Jepang dengan pangsa pasar 16,5%, bersaing dengan Vietnam dan Thailand," jelas Erwin.

Korsel juga pasar potensial dengan gap peluang ekspor diperkirakan US$ 26 juta hingga 2028. Kompetitor Indonesia di pasar Korsel antara lain Vietnam dan Thailand. Untuk pasar Australia yang juga pasar potensial udang RI, perkiraan gap peluang ekspor US$ 30 juta di 2028. "Kita baru berkontribusi 1,32% di pasar udang Australia," tandas Erwin. 

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia