Jumat, 15 Mei 2026

Stok Beras Kurang Saat Kebutuhan Naik Jelang Pilkada 2024

Penulis : Monique Handa Shafira
4 Sep 2024 | 17:49 WIB
BAGIKAN
Sejumlah buruh menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)
Sejumlah buruh menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan mempengaruhi kebutuhan beras dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk memastikan ketersediaan atau stok beras dapat terpenuhi.

Menurutnya, permintaan beras cenderung meningkat Pilkada 2024 pada 27 November mendatang. Untuk itu, Arief menekankan agar pemerintah bersama stakeholders terkait segera mempersiapkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secepat mungkin.

“Nanti tanggal 27 November itu menjadi sangat kritikal karena biasanya peningkatan beras jelang Pilkada atau Pilpres (kemarin) sangat tinggi,” ujar Arief dalam RDP Komisi IV DPR RI di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

ADVERTISEMENT

Selain menjelang Pilkada, saat-saat kritikal yang dimaksud Arif adalah memastikan ketersediaan beras pada Oktober-Desember 2024 dan Januari-Februari 2025. Ini adalah saat dimana terjadi transisi pemerintahan dan masa awal pemerintahan baru.

Dalam hal ini, Arief menyebut bahwa Bapanas sangat intens mempersiapkan cadangan pangan pemerintah khususnya beras. Bahkan, Bapanas juga telah menyampaikan kepada tim dari presiden terpilih Prabowo Subianto supaya cadangan pangan pemerintah harus tetap terjaga utamanya beras.

“Sehingga cadangan pangan pemerintah utamanya beras, Bulog harus memiliki dan angkanya kami harap di atas 2 juta ton karena stok hari ini hanya 1,3 juta ton,” jelas Arief.

“Nomor satu pengadaan dalam negeri, tapi pada saat dalam negeri tidak bisa kita ambil, karena akan mendorong naiknya harga beras di dalam negeri, kita sangat dengan terpaksa pengadaan dari luar negeri,” tutupnya.

Berdasarkan Laporan Manajerial Perum Bulog per Senin (2/9/2024), pengadaan beras CBP dalam negeri mencapai 625.536 ton. Sedangkan, pengadaan beras komersial mencapai 391.714 ton.

Sementara itu, realisasi beras luar negeri mencapai 2.549.766 ton. Dengan begitu, total pengadaan beras dalam negeri dan luar negeri menembus 3.567.016 ton.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia