Jumat, 15 Mei 2026

1.000 Orang Rasakan Manfaat Program Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group

Penulis : Juan Ardya Guardiola
10 Okt 2024 | 16:19 WIB
BAGIKAN
Gelaran acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Gelaran acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan pada Selasa, 8 Oktober 2024.

JAKARTA, investor.id - Legal, External Affairs & Circular Economy Director PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), Edi Rivai menjelaskan bahwa berdasarkan data Kemenperin, industri daur ulang telah menciptakan lapangan kerja bagi tiga juta pemulung dan mendorong ekonomi sirkular di Indonesia.

“Terindikasi setidaknya tiga juta pemulung, yang saat ini masih di sektor informal mengumpulkan sampah,” kata Edi dalam pemaparannya pada acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

Dalam konteks ekonomi sirkular, Chandra Asri Group juga giat berkolaborasi dengan masyarakat untuk menjalankan Industri Pengelolaan Sampah Terpadu - Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI) di Cilegon. Fasilitas ini dilengkapi dengan satu unit mesin pirolisis berkapasitas 100 kg per batch, yang digunakan untuk mengolah sampah plastik bernilai rendah menjadi minyak pirolisis. Minyak pirolisis yang dihasilkan telah didaftarkan ke HAKI dan diberi merek PLUSRI (Plastic Fuel of ASARI).

ADVERTISEMENT

IPST ASARI juga diintegrasikan dengan Program SAGARA, sebuah program pengelolaan sampah di pesisir Anyar yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Masyarakat dan nelayan diberi edukasi tentang pemilahan sampah dan diajak menabung di Bank Sampah sebagai tambahan pemasukan ekonomi. Sementara itu, sampah plastik multilayer dikirim ke IPST ASARI untuk diolah menjadi PLUSRI. Strategi Chandra Asri Group ini memberikan dampak luas bagi masyarakat dengan lebih dari 1.000 penerima manfaat di wilayah Cilegon dan Anyar, Banten. Sejak 2020, SAGARA telah mengelola 450,2 ton sampah dan menyalurkan 1.089 liter PLUSRI.

Melalui forum bertajuk “Resilient Growth: Capitalizing on Indonesia’s Circular Economy Potential”, Edi menyampaikan bahwa Chandra Asri Group yang sebelumnya Petrochemical telah bertransformasi menjadi Pacific. Sebagai tulang punggung industri petrokimia di Indonesia, Perusahaan berupaya mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi sirkular agar tercipta mindset dan behavior change terhadap pengelolaan sampah. Edi menyebutkan bahwa sampah memiliki nilai yang berkelanjutan.

“Terbukti bahwa dengan pengumpulan sampah PET ini telah menghasilkan setidaknya Rp 700 juta rupiah perhari dan segera agregasi Rp 1 miliar rupiah perhari dan ini sangat signifikan,” imbuh Edi.

Chandra Asri Group berharap ke depan masyarakat dapat berubah dari konsep linier menjadi sirkular, seperti upaya yang telah mereka praktekkan selama lebih dari 5 tahun. Konsep ini terbukti berhasil membangkitan ekonomi.

Namun tantangan yang mereka hadapi adalah perihal investasi besar terhadap pengelolaan sampah. Selain itu, mereka juga perlu dukungan dari banyak pihak terutama dukungan dari masyarakat untuk memilah sampah supaya tidak menjadi tumpukan di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Karena itu Chandra Asri Group berdiri di depan untuk memberikan model, sehingga nanti dengan investasi yang telah ditanamkan, model bisa dipakai dan bisa dibesarkan bersama-sama dengan banyak stakeholders,” jelas Edi.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia