Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Buat Program Cetak OKB di Sektor Pertanian

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
11 Nov 2024 | 17:45 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (11/11/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (11/11/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) adalah mencetak banyak orang kaya baru alias OKB dari sektor pertanian. Pertambahan jumlah orang kaya dari sektor pertanian ini dinilai dapat mendorong perekonomian Indonesia.

“Jadi bagaimana menjadikan orang sebanyak mungkin itu tambah sejahtera. Intinya juga, tambah sejahtera itu ya tambah kaya. Nah, yang sudah kaya itu tetap kita bina supaya tambah besar,” ungkap Sudaryono, dalam wawancara khusus bersama BTV dalam program "Beritasatu Special" di Kantor Kementan, Senin (11/11/2024).

Menurut Sudaryono, sektor pertanian akan menjadi mesin pertumbuhan bagi perekonomian nasional. Karena semakin besar usaha yang dibangun, maka semakin besar pula lapangan kerja yang diciptakan. Alhasil, pengusaha di sektor pertanian ini juga akan semakin kaya dan sejahtera.

ADVERTISEMENT

Adapun sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementan adalah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sektor pertanian, baik yang sudah besar, sedang merintis, hingga yang baru memulai usaha.

“Bagaimana cara membinanya? Membinanya bisa dalam bentuk kemudahan modal. Saya kira pemerintah juga sudah memberikan modal dan lain-lain dalam bentuk pelatihan yang sedang kita laksanakan,” jelas pria yang akrab disapa Mas Dar itu.

Sudaryono menuturkan, Kementan juga tengah menggencarkan program-program yang melibatkan anak muda untuk berkesempatan berkarya dan berkiprah di sektor pertanian. Setiap 15 orang akan diajak ikut serta menggarap sawah baru dengan luas 200 hektare.

Lebih lanjut, Kementan juga memberikan pelatihan-pelatihan dan memperluas akses pasar ekspor kepada pelaku usaha sektor pertanian. Di samping menguntungkan bagi para petani lokal, langkah ini akan menjadi kekuatan diplomasi perdagangan Indonesia terhadap dunia, khususnya mengenai kebutuhan bahan pangan.

Wamentan Sudaryono menambahkan, meski nantinya cakupan pasar domestik dalam negeri sudah besar, Kementan akan terus berupaya mendorong pengurangan impor dan peningkatan ekspor. “Kita kurang-kurangi impor dan kita naik-naikin ekspor kita. Karena itu akan lebih menguntungkan bagi negara kita, akan mem-boost pertumbuhan ekonomi,” kata Mas Dar.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia