Jumat, 15 Mei 2026

Fasilitasi Alsintan Rp 3 Miliar, Mentan Janjikan Pendapatan Petani Milenial Rp 10 Juta per Bulan

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
12 Nov 2024 | 16:29 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam diskusi santai bersama wartawan, di Kantor Kementan, Selasa (12/11/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam diskusi santai bersama wartawan, di Kantor Kementan, Selasa (12/11/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa petani milenial bisa memiliki pendapatan minimal Rp 10 per bulan. Hal ini dinilai dapat tercapai melalui program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Brigade Pangan untuk petani milenial atau generasi muda.

Brigade Pangan merupakan program kelompok usaha di bidang pertanian dengan masing-masing beranggotakan 15 orang yang mengkoordinir lahan pertanian dengan luas wilayah mencapai 200 hektare (Ha). Untuk menunjang program ini, Amran berujar akan memfasilitasi alat mesin pertanian (alsintan).

“Aku beli alat, gratis, 15 orang satu kelompok, mengelola lahan 200 hektare, nilai (alat mesin pertanian/alsintan) itu kurang lebih Rp 3 miliar, ini diambil, pendapatannya malah diatas minimal Rp 10 juta dia (petani) dapat,” ungkap Amran, dalam diskusi santai bersama wartawan, di Kantor Kementan, Selasa (12/11/2024).

ADVERTISEMENT

Amran menuturkan, program ini telah diikuti oleh 3.000 peserta petani milenial dan 20.000 lebih pendaftar. Targetnya, program ini akan menggaet 50.000 lebih petani muda yang berasal dari generasi milenial dan Gen Z.

“Intinya gini, sekarang kan ada Generasi Milenial dan Generasi Z berapa, nah itu kita tingkatkan, boleh menarik, cara membuat pertanian jadi menarik adalah mengadopsi teknologi tinggi, kemudian memberikan pendapatan tinggi di atas dari pada gaji kalau kita jadi pegawai,” kata dia.

Amran mengungkapkan, Kementan terus berupaya mensosialisasikan program ini kepada generasi muda agar tertarik bekerja di sektor pertanian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan sejumlah perguruan tinggi pertanian di Indonesia.

“Sudah kolaborasi dengan para rektor perguruan tinggi dan juga Mendikti Saintek (Satryo Soemantri Brodjonegoro),” pungkasnya.

Sistem Bagi Hasil

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia