Kamis, 14 Mei 2026

RI Impor Susu 257,3 Ribu Ton hingga Oktober 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Nov 2024 | 16:14 WIB
BAGIKAN
Pekerja memperlihatkan susu sapi di dalam alat pendingin susu di Koperasi Unit Desa (KUD) Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2024). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pekerja memperlihatkan susu sapi di dalam alat pendingin susu di Koperasi Unit Desa (KUD) Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2024). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan volume impor susu secara kumulatif dari Januari-Oktober 2024 sebanyak 257,3 ribu ton. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 terjadi pertumbuhan 7,07%.

“Sebagian besar impor susu Indonesia tentunya dalam bentuk milk cream dan juga susu bubuk. Jadi bukan susu segar. Susu segar hanya sedikit sekali proporsinya,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Jumat (15/11/2024).

Dia mengatakan, volume impor susu meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Adapun empat negara importir susu terbesar, antara lain:

  1. Selandia Baru : 126,84 ribu ton (49,3%);

    ADVERTISEMENT
  2. Amerika Serikat 45,18 ribu ton (17,56%);

  3. Australia 38,19 ribu ton (14,84%); dan

  4. Belgia 15,24 ribu ton (5,92%).

“Negara utama asal impor susu Indonesia adalah Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Australia,” tegas Amalia.

Sebelumnya Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan, upaya membangun pabrik pengolahan susu dari koperasi harus terus digenjot. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM akan berperan dalam membantu pembiayaan dan pendirian pabrik pengolahan susu oleh koperasi.

Pemerintah juga akan mengkaji kembali tarif bea masuk impor susu untuk melindungi kepentingan industri susu nasional. Bagi Wamenkop, boleh saja dikenakan tarif 0%, namun harus ada insentif bagi koperasi dan peternak sapi perah lokal.

“Kami akan mengadakan pertemuan IPS (Industri Pengolahan Susu) dan Kementerian Pertanian, agar IPS dapat menyerap susu produksi peternak dan koperasi,” pungkas Ferry.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk langkah evaluasi regulasi impor susu. Pemerintah juga akan mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis dengan salah satunya mengandalkan pasokan susu dalam negeri.

Kemenkop juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang menjadi sentra produksi susu segar untuk memonitor dan mengevaluasi pola pendampingan koperasi produksi dan perdagangan susu segar.

Dukungan juga dihadirkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengusulkan pengenaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40% pada produk susu. Sementara Kementerian Pertanian (Kementan) mewajibkan Industri Pengolahan Susu (IPS) menyerap produksi susu dari peternak lokal.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 25 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 34 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 51 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia