Jumat, 15 Mei 2026

Kenaikan PPN 12% Bikin Biaya Proyek Pembangunan Infrastruktur Pemerintah Ikut Naik

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
18 Nov 2024 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo

JAKARTA, investor.id – Kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% akan berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk dalam proyek pembangunan infrastruktur.  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, kenaikan tersebut seiring dengan naiknya biaya material dan operasional penunjang pembangunan proyek infrastruktur.

"(PPN 12%) pasti akan berefek, pasti akan ada eskalasi harga dan seterusnya. Tapi, itu nanti lah, belum. Itu kita harus bicara dengan para stakeholders terkait," ungkap Dody, saat ditemui di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (18/11/2024).

Merespons kenaikan PPN ini, Dody akan menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi pembengkakan biaya, seperti relokasi anggaran. Kementerian PU akan memfokuskan anggaran kepada proyek prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

"Nanti tinggal merelokasi anggaran kanan-kiri saja. Pasti ada relokasi, karena kan sekarang anggaran 2025 sudah diketok pada 2024, tetapi fokusnya sedikit berubah karena sekarang lebih kepada bagaimana anggaran 2025 ini bisa menjadi cikal bakal Indonesia mencapai Asta Cita Pak Presiden Prabowo," terangnya.

Dody mengungkapkan, salah satu proyek yang akan diprioritaskan Kementerian PU adalah ketahanan pangan, air dan energi. Proyek pembangunan fisik yang besar seperti bendungan, irigasi dan lain-lain akan diberhentikan sementara. 

"Jadi dengan keterbatasan anggaran hari ini, ya itu saja yang lebih kita revitalisasikan, lebih kita optimalkan untuk bisa mensukseskan asta cita Pak Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan, energi dan air," ujarnya. 

Namun, Dody belum dapat mendetailkan besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk mendanai program ketahanan pangan, energi dan air. Pihaknya masih berdiskusi bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan terkait hal tersebut.

"Semua dana infrastruktur sementara ditahan dulu oleh Menteri Keuangan, sesuai dengan arahan pak presiden. Baru nanti kita kemudian antar menteri duduk bersama-sama dikepalai dengan Kepala Bappenas. Setelah itu nanti keputusannya bulat utuh mau ke mana arahnya ke mana," katanya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia