Kamis, 14 Mei 2026

Kendaraan Listrik Jadi Solusi Transportasi Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Penulis : Imam Suhartadi
30 Nov 2024 | 16:50 WIB
BAGIKAN
SPKLU
SPKLU

JAKARTA, investor.id - Eko Adji Buwono, Project Coordinator ENTREV, mengapresiasi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Penggunaan kendaraan listrik memberikan solusi ekonomis dan ramah lingkungan.

ENTREV (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia), adalah proyek kolaborasi antara UNDP (United Nations Development Programme) dengan Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal GATRIK untuk membangun dan menguatkan ekosistem Elecric Vehicle (KBLBB / Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) di Indonesia.

“Kami di ENTREV terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan memastikan infrastruktur yang memadai dan teknologi yang terus berinovasi,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

ADVERTISEMENT

Pilihan masyarakat untuk beralih ke mobil listrik adalah langkah kecil yang berdampak besar, tidak hanya bagi penghematan pribadi, tetapi juga bagi upaya transformasi energi di Indonesia.

“Dengan infrastruktur yang lebih baik, kendaraan listrik berpotensi menjadi pilihan utama masyarakat, menjadikan lingkungan lebih bersih dan ekonomi lebih efisien,” katanya.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan populasi mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia pada tahun 2030 bisa mencapai 2 juta unit.

Selain mobil listrik baterai sebanyak itu, pada tahun 2030 jumlah kendaraan bermotor roda dua bersumber tenaga dari listrik ditargetkan telah mencapai 13 juta unit. Target populasi kendaraan listrik baterai tersebut merupakan bagian dari target pencapaian Net Zero Emission tahun 2060.

Data di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan total BEV penumpang di Tanah Air hingga 19 November 2024 sebanyak 33.555 unit.

Terpisah, beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik memberikan pengalaman berbeda sekaligus efisiensi besar bagi Chairul, seorang pengemudi yang aktif di Jakarta. Dengan mobil listrik yang ia gunakan saat ini, Chairul berhasil memangkas pengeluaran operasional kendaraan secara signifikan hingga Rp650 ribu per minggu.

“Dulu saya pakai kendaraan seminggu bisa habis sekitar Rp800 ribu untuk bensin. Sekarang dengan mobil listrik, hanya Rp150 ribu untuk operasional dari Senin sampai Jumat,” ungkap Chairul yang  menggunakan Mobil listrik Omoda 5 saat ditemui di SPKLU Plaza Mandiri di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Apalagi, menurut Chairul penggunaan mobil listrik juga tidak merepotkan dan memiliki akselerasi dan performa yang tak kalah dibandingkan mobil bensin. “Selain hemat di kantong, kendaraan listrik ini lebih ramah lingkungan dan tarikannya lebih tajam dibanding mobil berbahan bakar bensin. Ketika diinjak gas, langsung responsif tanpa jeda,” tambahnya.

Chairul juga menyoroti pengalaman praktis dalam mengisi daya mobil listriknya. Ia kerap memanfaatkan fasilitas pengisian daya di kantor atau rumah, serta sesekali menggunakan fast charging ketika membutuhkan pengisian cepat.

“Pengisian daya cepat ini membantu sekali saat saya harus bergerak cepat, meskipun tarifnya sedikit lebih mahal dibandingkan pengisian daya biasa. Tapi tetap saja jauh lebih hemat daripada bahan bakar fosil,” jelas Chairul.

Bagi Chairul, kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga kenyamanan dan kontribusi terhadap lingkungan. “Mobil listrik ini jelas minim polusi udara, jadi tidak hanya hemat, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Chairul.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 43 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 52 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia