Kadin Indonesia Luncurkan White Paper 2024-2029 di Rapimnas 2024
JAKARTA, investor.id - Bertepatan dengan Rapimnas 2004, Kadin Indonesia meluncurkan White Paper Arah Pembangunan dan Kebijakan Bidang Ekonomi 2024-2029 . White Paper ini menjadi panduan sinergi dunia usaha dan pemerintah untuk membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Dokumen ini menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam tujuh bold moves dan memberi rekomendasi untuk penguatan tujuh tema kunci pertumbuhan, antara lain peningkatan infrastruktur, ketahanan kesehatan, ketahanan energi, pertumbuhan UMKM, manufaktur, pengembangan bisnis hijau, serta ketahanan pangan.
Penyusunan White Paper ini dilakukan secara kolaboratif bersama delapan mitra, yaitu 5P Global Movement, Boston Consulting Group, DayaLima, Hukum Online, Indonesian Business Council, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), McKinsey & Company, dan Universitas Gadjah Mada.
White Paper ini menghimpun masukan melalui survei dengan 1.618 responden dari pengurus Kadin pusat dan daerah, serta 48 Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 180 lebih pengurus Kadin pusat, 125 lebih Anggota Luar Biasa Kadin, dan 24 Kadin provinsi.
“Sesuai hasil Rapimnas, Kadin Indonesia akan menjadikan White Paper Arah Pembangunan dan Kebijakan Bidang Ekonomi 2024-2029” sebagai pedoman untuk menyelaraskan Program Kerja 2025 dengan program pemerintah untuk mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi 8%,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/11/2024).
Penyusunan White Paper diharapkan dapat menjadi alat ataupun panduan untuk mencapai sinergi tersebut, khususnya selaras dengan program Astacita yang telah dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
"Jadi White Paper ini juga dapat menjadi rekomendasi dalam membuat kebijakan program ekonomi Presiden RI dan Wakil Presiden RI dalam membuat kebijakan program ekonomi seperti pengembangan industri dan digitalisasi yang masih memerlukan pendekatan yang lebih konkret untuk pelaksanaannya. White Paper ini menawarkan panduan implementasi yang konkret," kata Arsjad.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Informatika Kadin Indonesia Firlie Ganinduto mengatakan, Rapimnas merupakan momen untuk memastikan bahwa struktur dan program kerja organisasi berjalan selaras, dari pusat hingga daerah, demi memberikan dampak yang nyata bagi dunia usaha.
“Dengan diluncurkannya 'White Paper Arah Pembangunan dan Kebijakan Bidang Ekonomi 2024-2029', Kadin Indonesia akan terus menyusun dan melaksanakan program yang bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Kadin Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat dampak positif kami bagi dunia usaha, yakni dengan target 1 juta keanggotaan pada tahun 2026,” kata Firlie Ganinduto.
Secara umum, Program Kerja Kadin Indonesia 2025 akan mencakup diantaranya program peningkatan keanggotaan dengan target 1 juta anggota, termasuk anggota luar bisa (ALB) di daerah. Selanjutnya, inisiatif maupun program peningkatan investasi di daerah, advokasi hukum bagi pelaku usaha, membantu mewujudkan keamanan siber yang optimal, dan peningkatan kapasitas SDM untuk memperkuat ekosistem dunia usaha.
Kinerja Solid
Dalam Rapimnas 2024, Kadin Indonesia juga menyampaikan mengenai kinerja yang solid sepanjang tahun berjalan. Sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Kadin Indonesia telah melaksanakan sebanyak 176 program kerja dengan tingkat implementasi lebih dari 92% sepanjang tahun 2024.
Kadin Indonesia juga mendorong peningkatan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi daerah, antara lain melalui Forum Bisnis Daerah yang menghasilkan nilai kesepakatan bisnis Rp840 miliar, Borneo Economic Forum yang juga dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha dari negara-negara tetangga, dan International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kadin Indonesia juga menaruh fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif dengan memperkuat kolaborasi lintas negara. Salah satunya melalui World Conference on Creative Economy yang digelar di Tashkent, Uzbekistan, 2-4 Oktober 2024.
Adapun komitmen dalam mendorong ekonomi inklusif dan berkelanjutan, diwujudkan Kadin Indonesia melalui kolaborasi dengan Kemenkomarves dalam penyelenggaraan Indonesia International Sustainability Forum (ISF)” pada 5-6 September 2024.
Selain itu, Kadin Indonesia menjalankan inisiatif untuk menciptakan talenta ‘future-ready’, di antaranya dengan memberangkatkan 20 mahasiswa untuk mengikuti program magang di Jepang. Terbaru, Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) juga andil dalam Indonesia-China Business Forum 2024 di Tiongkok yang dilakukan November lalu dan menghasilkan perjanjian investasi sebesar US$ 10 miliar.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






