Jumat, 15 Mei 2026

Harga Tiket Pesawat Bisa Tambah Mahal Karena PPN 12%

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
2 Des 2024 | 21:05 WIB
BAGIKAN
Aktivitas penerbangan terlihat di landasan pacu selatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Aktivitas penerbangan terlihat di landasan pacu selatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

JAKARTA, investor.id – Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 dinilai akan berimbas kepada kenaikan harga barang dan jasa, termasuk tiket pesawat.

“PPN naik dari 11% ke 12% dampak ke tiket pesawat seperti apa? Jadi kenaikan PPN itu dampaknya akan lebih tinggi kepada barang-barang yang rumit, yang advanced, yang kelas atas,” kata Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, dalam diskusi daring oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bertajuk 'PPN 12%: Solusi atau Beban Baru?', pada Senin (2/12/2024).

Menurut Wija, meski harga tiket pesawat akan lebih mahal apabila tarif PPN 12% telah diberlakukan, pemerintah tidak sepatutnya meminta perusahaan maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat.

ADVERTISEMENT

“Terkait dengan menurunkan harga tiket pesawat, saya rasa ini sesuatu yang tidak bijak. Ini akan menimbulkan gangguan pasar. Karena harga dipaksa turun, sementara faktor-faktor yang menyusun harga itu sendiri rasanya tidak di-adjust,” tutur Wija.

Oleh karenanya, Wija berpendapat kenaikan PPN 12% seharusnya bisa diiringi dengan penurunan harga bahan bakar pesawat, biaya crowd handling di bandara, hingga biaya operasional lainnya untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau.

“Bayangkan saja apa yang terjadi dengan Garuda, yang sudah kondisi keuangannya sulit, morat-marit, harus menurunkan harga tiket. Jadi kebiasaan memberikan instruksi harga harus turun, itu idealnya jangan dilakukan terlalu sering, itu akan menimbulkan market disruption, market tidak efisien,” urai dia.

“Kemudian ujung-ujungnya deadweight loss, ada sesuatu yang hilang. Jadi ekonomi secara keseluruhan itu akan terkurangi oleh kebijakan-kebijakan seperti itu,” papar Wija.

Tiket Pesawat Kian Mahal

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia