Sabtu, 4 April 2026

Peta Jalan Hilirisasi: Strategi Tepat di 8 Sektor Industri Utama

Penulis : Yurike Metriani
3 Des 2024 | 16:04 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di acara Investor Daily Round Table (IDRT) yang digelar di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat, 29 November 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di acara Investor Daily Round Table (IDRT) yang digelar di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat, 29 November 2024.

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menyusun peta jalan hilirisasi untuk 28 komoditas unggulan Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam acara Investor Daily Round Table di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Menurut Rosan, hilirisasi akan dilakukan di 8 sektor industri utama, yaitu mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, kelautan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan.

“Kita sudah petakan, tidak hanya komoditas saja, tapi juga dari segi cadangannya berapa banyak di dunia. Kita juga telah memetakan teknologi yang sudah maju di dunia serta lokasi-lokasi di daerah dan provinsi mana saja,” ujar Rosan.

Advertisement

Meski demikian, Rosan mengakui bahwa masih ada banyak keterbatasan, terutama dalam hal teknologi, sumber daya manusia (SDM), dan pendanaan.

“Dari 28 komoditas ini akan kita persempit berdasarkan skala prioritas. Dalam menentukan prioritas ini, kita harus melihat cadangan paling banyak di industri mana,” tambahnya.

Rosan mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang telah mengalami peningkatan pesat. Indonesia, dengan cadangan nikel nomor satu di dunia sebesar 27%, kini berhasil meningkatkan kontribusinya menjadi lebih dari 40%.

Ia juga menjelaskan dampak signifikan hilirisasi terhadap nilai tambah, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

“Kalau dulu, ekspor nikel sebelum value-added hanya sekitar US$ 3-4 miliar pada 2013 hingga 2015. Sekarang, setelah hilirisasi, ekspor nikel mencapai kurang lebih US$ 33 miliar. Ini salah satu contohnya saja. Potensinya sangat besar, pekerjaan rumahnya banyak, namun kita optimistis,” pungkas Rosan.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 1 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 43 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 53 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia