Jumat, 15 Mei 2026

Tren Penggunaan Semen Hijau Tahun Depan Diprediksi Meningkat

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Des 2024 | 17:23 WIB
BAGIKAN
(kiri-kanan): Director of Commercial & Logistic PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), Surindro Kalbu Adi, 
Direktur Keberlanjutan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Kimron Manik, M.Sc., dan GM Sales & Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih), Oza Guswara dalam diskusi "Outlook 2025 Semen Merah Putih". (Istimewa)
(kiri-kanan): Director of Commercial & Logistic PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), Surindro Kalbu Adi, Direktur Keberlanjutan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Kimron Manik, M.Sc., dan GM Sales & Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih), Oza Guswara dalam diskusi "Outlook 2025 Semen Merah Putih". (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Tren  penggunaan produk semen Non-OPC atau semen hijau (green cement) menunjukkan peningkatan, dengan rerata pertumbuhan tahunan global sekitar 7% sementara di kawasan Asia Pasifik angka pertumbuhannya mencapai 9%. Peningkatan ini didorong oleh kebijakan pemerintah dan para pemangku kepentingan yang makin peduli terhadap konstruksi berkelanjutan.

Di masa depan, industri konstruksi dan pengurangan kandungan klinker dalam semen – yang dapat mengurangi emisi CO2 dalam proses produksinya – akan makin menguasai dan dibutuhkan pasar.

Meski diakui oleh Director of Commercial & Logistic PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), Surindro Kalbu Adi bahwa pasar semen di 2024 tidak terlalu bagus, tetapi perusahaan dapat terus tumbuh positif 1,1% karena didukung oleh berbagai inovasi. Salah satunya adalah semen hijau yang menjadi penyumbang volume penjualan signifikan.

Beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan industri nasional, termasuk ketersediaan anggaran signifikan sekitar Rp 400 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur, dan proyek pembangunan tiga juta rumah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pasar.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan faktor-faktor pemicu tersebut, produsen semen Merah Putih itu menargetkan pertumbuhan agresif pada 2025, dengan tiga kali lebih tinggi dari pertumbuhan pasar yang diperkirakan 2% oleh Asosiasi Semen Indonesia (ASI).

“Meskipun total pasar diperkirakan tumbuh sekitar 2% pada 2025, perusahaan optimistis dapat tumbuh lebih tinggi, dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 3%. Target positif ini didorong oleh beberapa faktor, seperti anggaran pembangunan infrastruktur pemerintah yang masih besar, program 3 juta rumah dan inovasi produk Non-OPC Semen Merah Putih sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menjadi momentum implementasi masif atas inovasi produk rendah karbon serta inovasi teknologi rendah karbon seperti Carbon Capture and Storage (CCS) dan Waste Heat Recovery System (WHRS) dalam proses produksinya bagi Semen Merah Putih,” demikian penjelasan Surindro.

Dalam menyikapi perkembangan pesat di sektor konstruksi, Direktur Keberlanjutan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Kimron Manik, M.Sc., menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam mencapai konstruksi berkelanjutan.

“Perubahan iklim dan dinamika alam yang cepat menuntut kita untuk berpikir maju dalam merancang pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong implementasi konstruksi berkelanjutan sebagai upaya melestarikan sekaligus mewariskan pembangunan yang bertanggung jawab bagi generasi mendatang. Upaya ini didasarkan pada Permen PUPR No. 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan,” kata Kimron. 

Menurut ia, tantangan terbesar dalam implementasi konstruksi berkelanjutan terletak pada pola pikir masyarakat. Konstruksi berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ramah lingkungan, tetapi juga melibatkan tiga pilar utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di mana ketiga pilar ini memerlukan kontribusi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pendekatan Pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media.

Di samping itu, Kimron mengingatkan bahwa inovasi di industri konstruksi adalah kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam pembangunan hijau dan berkelanjutan di tingkat global.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi dari semua pihak, serta kemauan dan inovasi dari berbagai pemangku kepentingan, sehingga konstruksi berkelanjutan dapat terwujud lebih cepat di Indonesia,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan Kimron, GM Sales & Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk Oza Guswara, menegaskan bahwa inovasi adalah inti dari strategi Semen Merah Putih dalam memenuhi kebutuhan konstruksi yang terus berkembang dalam koridor konstruksi yang berkelanjutan.

“Walau Semen Merah Putih relatif muda, kami mempunyai komitmen dan kecepatan dalam berinovasi dan mengimplementasikannya dalam strategi besar kami, hal yang membuat Semen Merah Putih terus berkembang di industri konstruksi Indonesia,” ungkap.

Salah satu terobosan Semen Merah Putih adalah mengintegrasikan berbagai produk inovatif ke dalam portfolionya, baik dari sisi value added maupun semen hijau. Seperti Semen Hidraulis dan Semen Slag, yang tidak sekadar memenuhi standar keberlanjutan, tetapi juga mampu memberikan kekuatan dan ketahanan konstruksi yang optimal.

Produk seperti Semen Merah Putih FLEXIPLUS adalah semen hidraulis yang hadir dengan performa optimal sekaligus ramah lingkungan. Bahkan jejak karbon dari semen ini  20% lebih rendah daripada semen OPC.

“Seiring performanya yang tinggi, FLEXIPLUS telah digunakan secara luas di proyek-proyek lokal dan nasional, seperti hampir 100% dari total volume semen curah di Batam. FLEXIPLUS berpotensi besar untuk terus diimplementasikan di berbagai proyek berskala nasional,” tambah Oza.

Secara keseluruhan inovasi Semen Merah Putih berfokus pada tiga aspek utama, yakni produk, merek, dan layanan. Dalam inovasi produk, perusahaan terus mengembangkan inovasi semen ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan. Sementara itu, inovasi merek dilakukan dengan memperkuat nilai lebih melalui program pengembangan komunitas.

Terkait aspek layanan, Semen Merah Putih terus mengoptimalkan infrastruktur logistik dan memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi distribusi. Dengan sinergi inovasi di semua lini ini, Semen Merah Putih tidak hanya memberikan produk berkualitas tinggi tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia