Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Siapkan 209.780 Hektare Tanah Terlantar untuk Program Ketahanan Pangan

Penulis : Yustinus Patris Paat
31 Des 2024 | 18:16 WIB
BAGIKAN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam acara Capaian Akhir Tahun 2024 di kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2024). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam acara Capaian Akhir Tahun 2024 di kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2024). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan tanah terlantar seluas 209.780 hektare (Ha) untuk program ketahanan pangan.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid mengatakan, tanah terlantar tahun 2024 seluas 856.000 ha dan 209.780 ha, di antaranya disiapkan untuk ketahanan pangan dan sekitar 79.125 hingga 80.000 ha tanah terlantar tersebut bakal dimanfaatkan untuk pemukiman.

“Untuk tanah terlantar potensinya di tahun 2024 itu adalah 856.000 hektare, yang bisa dicanangkan untuk ketahanan pangan itu sekitar 209.780 hektare,” ujar Nusron dalam acara Capaian Akhir Tahun 2024 di kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2024).

ADVERTISEMENT

Salah satu program yang terkait erat dengan ketahanan pangan ini adalah program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Nusron sebelumnya menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan lahan seluas 3 juta hektare untuk mengejar target swasembada pangan.

Lahan tersebut tersebut tersebar di Papua seluas 1 juta ha, di Kalimantan Tengah 1 juta Ha, Kalimantan Selatan 400.000 Ha, Kalimantan Timur 400.000 Ha dan Sumatera Selatan 200.000 Ha.

Nusron mengatakan, Kementerian ATR/BPN turut berperan dalam pembangunan nasional, salah satunya melalui proses pengadaan tanah baik itu bagi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Non-PSN. Dari total luasan bidang tanah yang dilakukan proses pengadaan tanah, seluas kurang lebih 44.000 Ha berhasil disediakan bagi pembangunan untuk kepentingan umum atau kurang lebih 219.000 bidang.

“Dalam hal pengadaan tanah, di tahun ini Kementerian ATR/BPN berhasil menjalankan konsolidasi tanah vertikal dalam rangka pengentasan permukiman kumuh. Dalam program ini, Kementerian ATR/BPN berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta badan usaha, dimana dari hasil kerja sama tersebut dua lokasi berhasil dilakukan konsolidasi tanah vertikal, yaitu di Palmerah dan Tanah Tinggi, Jakarta,” pungkas Nusron.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 35 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia