Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir Panggil Bos-Bos Maskapai BUMN, Usai Serangkaian Kecelakaan Pesawat di Dunia

Penulis : Bambang Ismoyo
2 Jan 2025 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat menyampaikan keterangan pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/1/2024). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat menyampaikan keterangan pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/1/2024). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memanggil sejumlah pimpinan maskapai penerbangan pelat merah ke kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/1/2024).

Pemanggilan bos-bos maskapai penerbangan ini untuk membahas fenomena maraknya insiden atau kecelakaan pesawat di dunia, sepanjang 2024.

Turut hadir Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan, Dirut Citilink Dewa Kadek Rai, serta Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan.

ADVERTISEMENT

Erick mengungkapkan, hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara ekosistem penerbangan di Tanah Air. Tak hanya maskapai, tapi juga pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura Indonesia, serta AirNav Indonesia selaku penyelenggara navigasi penerbangan.

“Kita tahu hampir 10 hari terakhir ini banyak sekali terjadi kecelakaan pesawat terbang. Yang bahkan korbannya sangat tinggi. Seperti yang ada di Korea kemarin,” ungkap Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/1/2024).

Untuk sejumlah maskapai penerbangan, Erick meminta kegiatan pengecekan unit pesawat dilakukan dengan sebaik-baiknya secara berkala. Serta manajemen kru pesawat juga perlu diperhatikan, agar para kru yang beroperasi dalam kegiatan penerbangan tak kelelahan.

Sementara untuk Angkasa Pura Indonesia, Menteri BUMN meminta mereka untuk kembali mereviu fasilitas bandara-bandara. Fasilitas yang dimaksud seperti landasan pacu hingga infrastruktur penunjang lainnya agar sesuai dengan standar keamanan.

Kendati diakui Erick bahwa kecelakaan yang terjadi pada kegiatan operasional penerbangan dapat disebabkan faktor-faktor nonteknis seperti faktor cuaca. Namun, hal tersebut semestinya dapat diantisipasi oleh AirNav Indonesia melalui peringatan dini.

“Tadi juga kita sudah sampaikan ke AirNav untuk juga early warning. Kalau memang ya ada hal-hal yang kita bisa antisipasi,” pungkas Menteri BUMN.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia