Pemerintah Pastikan Bantuan Pangan Beras Disalurkan Sampai Juni 2025
JAKARTA, investor.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan pangan (Banpang) selama 6 bulan hingga Juni 2025. Mekanisme pemberian Banpang ini dimulai sejak Januari dan Februari 2025 hingga empat bulan sisanya.
Kepala Bapanas/NFA, Arief Prasetyo Adi mengatakan, mekanisme penyaluran Banpang ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap awal, bantuan pangan berupa beras disalurkan pada Januari dan Februari 2025.
“Selanjutnya untuk 4 bulan sisanya akan disalurkan dengan memperhitungkan berbagai aspek secara cermat,” ungkap Arief melalui keterangan resminya, dikutip Jumat (10/1/2025).
Dalam hal ini, Arief mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyetujui Banpang selama enam bulan. Namun selepas Januari-Februari 2025, mekanisme penyaluran bantuan pangan berar oleh pemerintah mungkin akan berubah.
“Untuk 2 bulan pertama di Januari dan Februari, namun untuk 4 bulan berikutnya akan ditentukan kemudian,” ujar Arief sesuai mengikuti Rakortas Kemenko Bidang Pangan pada Senin kemarin (6/1/2025) di Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan mekanisme penentuan para penerima Banpang tersebut mengacu pada database penggunaan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas).
“Rinciannya terdiri dari 15,6 juta PBP desil 1 dan 2, serta 400 ribu PBP perempuan kepala rumah tangga miskin dan lansia tunggal,” tutur Arief.
Sekadar informasi, Regsosek sendiri merupakan basis data kesejahteraan penduduk yang merupakan bagian dari reformasi sistem perlindungan sosial untuk mewujudkan visi Satu Data Indonesia. Regsosek ini memuat informasi sosial ekonomi yang mendekati 100 persen seluruh penduduk di Indonesia.
Sebagaimana yang termuat dalam laman sepakat.bappenas.go.id/regsosek-dashboard, Regsosek memiliki database yang terdiri dari 78,3 juta keluarga; 14,1 juta kepala keluarga perempuan; 22,1 juta penduduk lanjut usia; dan 4,3 juta penduduk disabilitas.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






