Indonesia Buka Kans Beli Minyak dari Rusia, usai Bergabung BRICS
JAKARTA, investor.id – Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak dari Rusia. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengingat Indonesia telah resmi bergabung menjadi anggota blok ekonomi BRICS.
Bahlil menyampaikan, Indonesia telah bergabung dalam BRICS, yang salah anggotanya adalah Rusia. Tentu, ada peluang bagi Indonesia untuk mengimpor minyak mentah dari negara tersebut.
“Selama itu sesuai aturan dan tidak ada persoalan, kenapa tidak?” ucap Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, pada Jumat, (10/1/2024), seperti dikutip dari Antara.
Dia menuturkan, Indonesia selama ini banyak mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah. Namun demikian, minyak dari Timur Tengah itu juga bisa saja awalnya berasal dari Rusia. “Mungkin saja, mungkin saja, asalnya mungkin dari sana (Rusia). Tapi, belum pasti, ya,” ucapnya.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, enam negara asal impor minyak bumi dan hasil-hasilnya oleh Indonesia didominasi dari negara asal Timur Tengah dan Afrika, serta tak ada nama Rusia. Sejumlah negara yang dimaksud adalah Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi, Nigeria, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Peluang mengimpor minyak mentah dari Rusia merujuk pada asas politik bebas aktif yang dianut oleh Indonesia. Menurut Bahlil, tak ada masalah bagi Indonesia untuk menempuh langkah yang menguntungkan negara, termasuk bergabung dengan BRICS.
Adapun BRICS merupakan blok ekonomi Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Anggota BRICS saat ini mencakup 40% lebih populasi dunia, termasuk di dalamnya negara-negara emerging market di Timur Tengah.
Pada Senin (6/1), Indonesia diumumkan telah resmi menjadi anggota BRICS oleh Brasil yang memegang presidensi blok ekonomi tersebut pada tahun ini. Keanggotaan Indonesia dalam BRICS disinyalir membuka peluang mengakses sumber daya minyak Rusia dengan harga yang lebih murah.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pihaknya masih menakar untung-rugi bagi Indonesia memasok minyak dari Rusia.
“Sepanjang itu menguntungkan Republik Indonesia, bisa kita bicarakan. Kalau kita dapat lebih murah US$ 20 atau US$ 22, kenapa tidak?” kata Luhut usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/1). Kendati begitu, Luhut mengatakan Indonesia akan tetap menyikapi dengan hati-hati soal hal tersebut.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






