Jumat, 15 Mei 2026

Lenzing Ecovero Garap Pasar Matras Antibakteri dan Ramah Lingkungan

Penulis : Mardiana Makmun
21 Jan 2025 | 23:24 WIB
BAGIKAN
Serat kain Lenzing Ecovero berwarna hitam siap diproduksi menjadi berbagai bahan tekstil untuk pakaian hingga matras
Serat kain Lenzing Ecovero berwarna hitam siap diproduksi menjadi berbagai bahan tekstil untuk pakaian hingga matras

JAKARTA, investor.id – Serat kain viscose Lenzing Ecovero bekerja sama dengan Ateja menggarap pasar matras yang tahan lama, anti-bakteri alami, dan ramah lingkungan.

“Kebutuhan matras yang berkualitas semakin tinggi. Karena itu Lenzing Group menghadirkan serat viscose Lenzing Ecovero berwarna hitam untuk matras berkualitas. Serat ini diproduksi menggunakan proses spin-dyeing khusus, yaitu pigmen hitam secara langsung diterapkan ke dalam serat agar warna dapat bertahan lebih lama,” kata Marketing & Branding Manager Lenzing Group SEA and Oceania, Margret Marito.

Lebih lanjut, Margret memaparkan, Lenzing melalui serat viscose Lenzing Ecovero, bekerja sama dengan perusahaan furniture Ateja menggarap matras, Mattress Ticking. “Dengan menggabungkan keahlian Lenzing dalam menghasilkan serat viscose berkualitas tinggi dan desain estetika ATEJA, matras ini hadir sebagai solusi sempurna bagi yang mengutamakan kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan,” papar Margret.

ADVERTISEMENT

Selain memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gesekan dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, matras ini memiliki kemampuan menyerap kelembapan yang baik, sehingga menjaga suhu tubuh tetap nyaman saat tidur serta memberikan sensasi lembut dan halus saat disentuh. Serat Lenzing Ecovero Black ini, memliki ketahanan cahaya yang tinggi sehingga warna tidak akan berubah meskipun sering dicuci atau terpapar sinar matahari.

“Pewarna hitam yang digunakan dapat terurai secara hayati dan telah disertifikasi EU Ecolabel,” ungkap Margret.

Saat ini, Lenzing Ecovero juga telah mengembangkan serat dengan teknologi REFIBRA™. Teknologi ini adalah inovasi serat dari Lenzing dengan menggabungkan kebaikan serat viscose Lenzing™ Ecovero™ yang ramah lingkungan dengan limbah tekstil pascakonsumen hingga 20%.

“Melalui teknologi ini, serat yang dihasilkan tidak hanya lembut dan nyaman, tetapi juga ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan baku baru dan limbah tekstil. Proses produksinya pun lebih efisien karena hemat air dan energi,” ungkap Margret.

Keunggulan lainnya adalah melalui teknologi blockchain, jejak serat ini dapat dilacak, sehingga Anda dapat mengetahui asal-usul dan keberlanjutan produk yang akan digunakan. Lenzing Ecovero dengan Teknologi REFIBRA™ sangat serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai produk tekstil, mulai dari pakaian hingga produk tekstil rumah tangga.

Serat Lenzing Ecovero terbuat dari kayu yang diproses secara terkontrol dan bertanggung jawab. “Setiap serat yang kami produksi berasal dari kayu yang dikelola secara bertanggung jawab dan tersertifikasi FSC® dan PEFC. Serat viscose Lenzing™ Ecovero™ diproduksi dengan proses yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan viscose konvensional serta menggunakan lebih sedikit air dan energi serta menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah,” tandas Margret.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia