Jumat, 15 Mei 2026

Pengusaha Sawit Minta Regulasi Baru DHE Ditunda

Penulis : Tri Listiyarini
24 Jan 2025 | 08:28 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang memindahkan hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. (Foto : Tri Listiyarini)
Pekerja sedang memindahkan hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. (Foto : Tri Listiyarini)

JAKARTA, investor.id–Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai rencana kebijakan pemerintah meningkatkan persentase devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE-SDA) yang harus disimpan di sistem keuangan domestik (retensi) menjadi 100% dan jangka waktu masa retensi minimal setahun relatif memberatkan. Karenanya, asosiasi itu meminta revisi aturan DHE-SDA tersebut ditunda hingga ada kesepakatan dengan pelaku industri.

Menurut Ketua Umum Gapki Eddy Martono, sekalipun pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah insentif dan fasilitas khusus bagi pelaku industri, hal itu belum mengompensasi pengeluaran pengusaha atas pemberlakuan kebijakan DHE-SDA yang baru.

“Yang pasti, biaya modal kerja akan naik, walaupun akan diberikan bunga lebih tinggi dari bunga deposito saat ini untuk USD (dolar AS) sekitar 2-3% per tahun, tetapi perusahaan harus meminjam bank untuk menutupi modal kerja yang ditahan,” kata Eddy saat dimintai tanggapan oleh Investor Daily terkait rencana kebijakan baru DHE-SDA, kemarin.

ADVERTISEMENT

Dari pengalaman penerapan kebijakan DHE-SDA saat ini saja, pelaku usaha masih harus mengeluarkan biaya tambahan. “Dan saat ini kalau back to back dengan deposito bunga pinjaman ditambah 1,5% dari bunga deposito, ujung-ujungnya perusahaan tetap harus mengeluarkan biaya tambahan,” ujar Eddy.

Apabila ditanya apakah insentif dan fasilitas itu bisa mengompensasi pelaku usaha, jelas Eddy, tinggal dihitung antara insentif dan biaya tambahan yang keluar lebih tinggi atau bisa menutupi. “Ini tentu harus dihitung terlebih dahulu,” jelas dia. Ketentuan DHE-SDA berlaku saat ini mengacu PP No 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam.

Hingga ini, Gapki juga belum diundang khusus oleh pemerintah untuk membahas ketentuan DHE-SDA baru. “Gapki belum diundang khusus untuk bicara ini. Tapi, sebaiknya ditunda terlebih dahulu, kita duduk bersama membicarakan rencana kebijakan ini. Lebih baik dipertahankan terlebih dahulu yang sekarang persentase retensi DHE-SDA sebesar 30% selama tiga bulan,” papar Eddy.

Sektor sawit menyumbang devisa yang besar bagi perekonomian nasional dari kegiatan ekspor, baik dalam bentuk mentah (crude palm oil/CPO) maupun produk turunan. Gapki mencatat, nilai ekspor minyak sawit nasional pada Januari-Oktober 2024 mencapai US$ 22,47 miliar dan sepanjang 2023 menembus US$ 30,32 miliar.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia