Jumat, 15 Mei 2026

Pendidikan Vokasi Perkebunan Ikut Mendukung Ketahanan Industri Sawit

Penulis : Imam Suhartadi
14 Feb 2025 | 22:46 WIB
BAGIKAN
CEO Perkebunan Nusantara PTPN III Holding (Persero), Mohammad Abdul Ghani
CEO Perkebunan Nusantara PTPN III Holding (Persero), Mohammad Abdul Ghani

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul  Ghani, menyampaikan apresiasinya terhadap Institut Teknologi Sawit Indonesia atau ITSI yang terus berperan aktif dalam  mencetak tenaga ahli perkebunan sawit yang profesional.

“Keberadaan ITSI menjadi  sangat strategis dalam mendukung ketahanan industri perkebunan sawit nasional.  Dengan kualitas SDM yang unggul, kami optimistis bahwa sektor perkebunan akan  semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” kata Ghani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Lebih lanjut, Ghani menambahkan bahwa Holding Perkebunan Nusantara terus  mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi di sektor perkebunan guna  menjawab tantangan industri ke depan.

ADVERTISEMENT

“Melalui ITSI, kami ingin memastikan bahwa  regenerasi tenaga kerja perkebunan berjalan dengan baik, dan lulusan ITSI siap  menjadi bagian dari transformasi industri perkebunan di Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), yang dikelola  oleh Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), di bawah pembinaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus berkomitmen dalam  mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor perkebunan kelapa sawit.

Sebagai Center of Excellence, ITSI siap melahirkan tenaga ahli yang berkompeten  dan berdaya saing tinggi dengan menjunjung nilai-nilai integrity, dynamic, excellence,  dan adaptive

Rektor ITSI, Purjianto, menyampaikan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 331  mahasiswa berhasil menyelesaikan studi mereka dan diwisuda.

Dari jumlah tersebut,  53 lulusan telah diterima bekerja di perusahaan perkebunan, baik di BUMN maupun  sektor swasta, yang tersebar di seluruh Indonesia.

“SDM ITSI telah dibekali  keterampilan dan pengetahuan yang matang, sehingga lulusannya siap langsung  bekerja di berbagai perusahaan, termasuk PTPN yang telah banyak memanfaatkan  lulusan ITSI,” ujarnya.

Hingga saat ini proses rekrutmen oleh berbagai perusahaan  perkebunan masih terus berlangsung dan dalam kurun waktu 3 bulan setelah wisuda,  sudah lebih dari 50% telah direkrut oleh perusahaan perkebunan termasuk yang lulus  Program Talent Scouting PT. Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) sebanyak 28  orang. 

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang berfokus pada komoditas perkebunan di  Indonesia, ITSI juga menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa baru, baik yang  berasal dari dalam maupun luar kota Medan.

Selain itu, ITSI juga menunjukkan  kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program beasiswa yang telah  berjalan selama dua tahun terakhir. Untuk angkatan 2023, sebanyak 21 mahasiswa/i  menerima bantuan beasiswa hingga lulus dengan syarat mempertahankan Indeks  Prestasi Kumulatif (IPK) yang baik. 

Semenjak kepemimpinan Purjianto yang juga sebagai salah satu Sekretaris Asosiasi  Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), ITSI terus berbenah dalam  meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada tahun 2023 hanya memiliki Dosen tetap  bergelar doktor sebanyak 4 orang, tahun 2024 telah memiliki 14 orang dosen tetap  bergelar doktor, dan pada 2025 ini ada penambahan 5 orang dosen bergelar doktor,  serta 9 orang dosen tetap sedang menempuh pendidikan Doktoral.

ITSI juga telah  memporeleh penghargaan dalam bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada tahun 2024 dari LLDIKTI Wilayah I untuk 6 kategori juara, sedangkan tahun 2025  ini memperoleh 6 penghargaan untuk berbagai kategori salah satunya Juara umum kategori Institut Terbaik di Sumatera Utara. 



 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia